Empat PTS di Yogyakarta Diusulkan Tutup

Kompas.com - 02/08/2010, 19:06 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak empat perguruan tinggi swasta di DI Yogyakarta direkomendasikan untuk ditutup karena sudah tak memperoleh mahasiswa baru selama dua tahun terakhir. Hal ini diduga terjadi akibat tingginya kompetisi mahasiswa di Yogyakarta.

Rekomendasi diberikan oleh Koodinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V setelah evaluasi untuk perpanjangan izin penyelenggaraan program studi. Hasil evaluasi menunjukkan keempat PTS ini sudah mendapat mahasiswa baru selama setidaknya dua tahun terakhir.

Empat PTS tersebut adalah Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) YIPK, Akademi Bahasa Asing (ABA) YIPK, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Proactive, dan Politeknik PPKP Yogyakarta. Jumlah total program studi di keempat PTS itu berjumlah 12 buah.

Koordinator Kopertis Wilayah V DI Yogyakarta, Budi, mengatakan, rekomendasi penutupan ini sudah disampaikan ke masing-masing PTS dan yayasan pengelolanya. Dosen-dosen pegawai negeri sipil yang dipinjamkan di keempat PTS tersebut pun telah mulai ditarik. "Kami juga sudah tidak memperpanjang izin penyelenggaraan prodi-prodinya, tapi soal penutupan PTS merupakan wewenang yayasan. Kami hanya bisa memberi rekomendasi," ujarnya di Yogyakarta, Senin (2/8/2010).

Menurut Budi, dari keempat PTS tersebut, tinggal ABA YIPK yang masih mempunyai 31 mahasiswa aktif. Akan tetapi, pengelola ABA YIPK mengaku sudah tidak mampu lagi meneruskan kegiatan akademik. Agar tak merugikan mahasiswa yang masih terdaftar, PTS yang saat ini masih menyelenggarakan dua prodi tersebut direkomendasikan untuk digabung dengan PTS lain yang berada di satu yayasan. "Kalau tidak bisa gabung, mereka harus memindahkan dulu mahasiswanya," kata Budi.

Budi menuturkan, PTS kecil akan semakin sulit bersaing dengan PTS besar maupun perguruan tinggi negeri (PTN). Saat ini, kesenjangan jumlah mahasiswa baru di PTS besar dan kecil di Yogyakarta sangat tinggi. Di PTS besar, jumlah mahasiswa terus meningkat, sedangkan di PTS kecil terus menyusut.

Selama lima tahun terakhir, jumlah PTS di DI Yogyakarta terus berkurang. Pada 2010, jumlahnya 118 PTS berkurang dari tahun 2008 sebanyak 124 PTS. Pada 2008, terdapat tujuh PTS di DI Yogyakarta ditutup. Lima di antaranya dipindah ke luar daerah. Padahal, jumlah mahasiswa baru yang masuk DI Yogyakarta terus meningkat sekitar 10 persen setiap tahunnya sejak 2007.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau