JAKARTA, KOMPAS.com - Mengakhiri bulan pertama pada paruh tahun 2010, Yamaha yakin dapat mencapai distribusi (wholesales) 310.000 unit. Naik 3,1 persen dari bulan sebelumnya 300.408 unit.
Dyonisius Beti, Presiden Direktur YMKI mengatakan, pasar sepedamotor nasional terus tumbuh positif, utamanya mendekati Hari Raya Idul Fitri, September mendatang. Tradisi konsumen memiliki sepedamotor baru saat lebaran mulai terlihat di Juli lalu.
"Penjualan kita meningkat dari bulan lalu. Kapasitas kita sudah penuh bulan lalu. Selain itu penyerapan ritel juga lebih bagus pada bulan Juli lalu," jelas Dyon.
Ditambahkan, penyerapan pada ritel membuat posisi stok produk Yamaha berkurang. Akibatnya, beberapa model favorit mulai inden. Total pasar, diprediksi naik sekitar 8 persen atau 52.429 unit menjadi 707.792 unit.
Terpisah, Paulus Sugih Firmanto, General Manager Promotion and Motorsport Yamaha menambahkan, tingkat distribusi akan meningkat dua bulan terakhir untuk pemnjualan hari raya. Pada Agustus, lanjutnya, produksi masih menguat setara dengan posisi Juli dan mulai menurun pada September. Penyebabnya hari kerja yang sedikit karena banyak masyarakat mudik. "Sedikitnya, penjualan kami di Juli itu mencapai 310.000 unit," ujar Paulus.
DP Naik Sementara itu, untuk menjaga tingkat kredit macet atau dikenal dengan non-performing loan (NPL) di pasarsepeda motor, Yamaha berencana meningkatkan batas uang pangkal alias down payment (DP) kepemilikan. Kondisi ini diciptakan agar beban cicilan kredit bulanan bisa terjaga dan tak banyak terjadi pengembalian unit yang tidak lunas.
Yamaha menaikkan DP rata-rata, dari Rp1,5 juta menjadi Rp1,75 juta per unit. "Memang biasanya NPL meningkat di lebaran. Kita menaikkan DP agar konsumen memperhitungkan kemampuan ekonominya. Jangan cuma mengejar sepedamotor baru tanpa memikirkan cicilan bulanan," jelas Paulus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang