Pemerintah Kaji Whistleblower dalam Audit Internal

Kompas.com - 03/08/2010, 11:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem whistleblowing dalam proses audit internal pemerintah dinilai makin diperlukan. Wakil Menteri PPN/Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan sistem ini akan memberikan manfaat dalam memperkuat sistem pengendalian internal kementerian/lembaga dan pemerintahan daerah.

"Manfaat pertama adalah tersedianya cara penyampaian informasi penting dan kritis bagi suatu organisasi kepada pihak yang harus segera menanganinya secara aman," tuturnya dalam pembukaan Seminar Nasional 'Peran Sistem Whistleblowing dalam Pandangan Auditor Internal Pemerintah' di kantor kementerian, Selasa (3/8/2010).

Sistem whistleblowing juga dapat menyediakan mekanisme deteksi dini atas kemungkinan terjadinya masalah akibat suatu pelanggaran sehingga kesempatan untuk menangani pelanggaran secara internal dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum meluas.

Dengan demikian, lanjutnya, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dapat mengurangi resiko yang akan dihadapi, baik dari segi keuangan, operasi, hukum, keselamatan kerja maupun reputasi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Moh. Jasin menyambut baik perhatian serius kepada pembangunan sistem whistleblowing dalam proses audit internal pemerintah.

Hanya saja, Jasin mengingatkan perlunya kejelasan aturan dan fungsi untuk setiap bagian yang akan melaksanakan kebijaksanaan ini."Sumberdaya untuk mengefektifkan sistem whistleblowing juga harus tersedia," katanya.

Selain Jasin, dalam Seminar Nasional ini hadir pula sejumlah tokoh antara lain Kepala BPKP Mardiasmo, Irwasum Polri Komjen Pol. Nanan Soekarna, Inspektur Jenderal Kemenkeu Hekinus Manao, serta Direktur SDM dan Umum Pertamina Waluyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau