Kisruh Satgas, Selesaikan Internal Saja

Kompas.com - 03/08/2010, 13:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketegangan yang terjadi di dalam tubuh Satgas Mafia Hukum antara Denny Indrayana dan Irjen Pol Herman Effendi sebaiknya diselesaikan secara internal saja. Presiden dalam hal ini tidak perlu sampai turun tangan.

Demikian yang disampaikan mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Jimly Asshidiqie, usai berbicara dalam seminar nasional "Lumpuhnya Sistem Keadilan: Tantangan Penegakan HAM dan Peran Advokat untuk Kepentingan Publik", Selasa (3/8/2010), di Harris Hotel, Jakarta. "Didiemin aja nanti juga reda sendiri. Tidak usah presiden sampai turun. Denny saja selesaikan sendiri dalam mekanisme internal," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa konflik yang berujung pada tegangnya Polri dengan Satgas ini tidak sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan sebelumnya dalam pembentukan Satgas. Menurutnya, unsur polisi dan kejaksaan dimaksudkan agar ada koordinasi sehingga temuan kasus bisa langsung bisa ditindaklanjuti polisi dan kejaksaan.

"Kalau misalnya malah timbul konflik, disesuaikan saja dengan perkembangan. Kalau memang perlu, kejaksaan dan polisi dikeluarkan, mungkin bisa lebih baik karena bisa lebih meggebrak-gebrak," ujar Jimly.

Namun, ia melanjutkan, masalah bisa saja timbul jika hal tersebut yang terjadi. "Percuma saja kalau menggebrak tapi tidak ada tindak lanjutnya oleh polisi dan kejaksaan. Jadi cara kerjanya saja yang diperbaiki," ungkap Guru Besar Hukum Tata Negara FH UI tersebut.

Kisruh dalam tubuh Satgas Mafia Hukum ini dilatarbelakangi saat rapat membahas laporan rekening bermasalah Polri. Herman ketika itu bersikeras mencegah disebutnya nama, sementara Denny berkeras untuk disebutkan nama.

Sebelum kasus Herman dengan Danny ini sebelumnya Satgas Mafia Hukum sempat juga ada polemik dalam kaitannya dengan kedudukan Darmono sebagai wakil jaksa agung yang turut menjadi bagian dari satgas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau