Membuat Rambut Kembali Perawan

Kompas.com - 03/08/2010, 14:32 WIB

KOMPAS.com - Rambut perempuan di perkotaan banyak mengalami kerusakan. Rambut sehat yang masih "perawan" hampir sulit ditemukan. Meski begitu, Anda masih bisa mendapatkan kembali rambut yang perawan dengan membiarkannya tumbuh panjang hingga siku lalu memotong bagian bawah yang sudah mulai rusak. Selain itu, Anda juga perlu menjalankan ritual perawatan rambut sederhana.

Sebelum mencari tahu lebih jauh perawatan rambut untuk membuatnya kembali perawan, kenali lebih dahulu penyebab kerusakan rambut. Fakta menunjukkan, dalam 14 hari saja, perempuan mengalami berbagai masalah umum rambut. Seperti kerontokan 1400 helai rambut, terkena spray 6 kali, teraplikasi gel 5 kali, ditata dengan mousse hampir 4 kali, belum lagi pencucian yang tidak tepat rata-rata 6 kali. Bagi yang selalu ingin tampil rapi dan praktis, catok rambut menjadi solusi instan yang berkontribusi pada kerusakan rambut. Ditambah lagi, pewarnaan, rebonding, dan penggunaan pengering rambut yang terlalu sering.

Alasan kepraktisan agar rambut cepat tertata rapi menjadi kebutuhan perempuan perkotaan. Jangan heran jika kemudian rambut sering bermasalah jika tidak dirawat dengan tepat.

"Penggunaan shampo dan kondisioner secara rutin dan tepat sebenarnya cukup untuk merawat rambut," papar dr Jasmine Karsono, Principal Scientist, Hair Care Communication Idea P & G, usai peluncuran New Pantene Recharging Fluid Pro-V Formula di West Mall Grand Indonesia, Jakarta, Senin (2/8/2010) lalu.

Rambut perawan?
Menurut dr Jasmine, untuk mendapatkan kembali rambut yang sehat yang belum terkontaminasi bahan kimiawi, panjangkan rambut hingga siku (dengan asumsi saat ini memiliki rambut pendek). Rata-rata butuh waktu dua tahun untuk mendapatkan rambut panjang.

"Pada satu tahun pertama, rambut baru sudah mulai tumbuh, kira-kira  panjangnya sampai bahu. Biarkan rambut terus panjang hingga sampai siku. Lalu potong rambut lama yang rusak mulai dari bahu hingga siku," jelas dr Jasmine kepada Kompas Female.

Rambut baru inilah yang masih perawan. Nah, jika sudah mendapatkan rambut sehat ini, lakukan perawatan yang tepat. Anda perlu mendisiplinkan diri untuk menjaga rambut indah ini. Prinsipnya, rawatlah rambut dengan cara sederhana, cukup dengan shampo dan kondisioner dan hindari semua hal penyebab rambut rusak. Termasuk pewarnaan bahkan alat pengering rambut sekalipun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau