Kasus gayus

Pengacara Minta Pambudi Dikonfrontasi

Kompas.com - 03/08/2010, 15:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak terdakwa AKP Sri Sumartini alias Tini meminta kepada hakim agar mengkonfrontasi Kombes Pambudi Pamungkas dengan Kompol Arafat Enanie. Pasalnya, ada perbedaan keterangan antara keduanya mengenai pemeriksaan Gayus di luar Bareskrim Mabes Polri.

"Silakan, itu lebih bagus," ucap Pambudi menjawab pertanyaan Deny Kailimang, pengacara Tini, mengenai kesedian dikonfrontasi dengan Arafat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2010).

Sebelumnya, Pambudi membantah telah memerintahkan Arafat maupun Tini untuk memeriksa Gayus di luar Bareksrim. Menurut Deny, pernyataan itu berbeda dengan keterangan Arafat, Tini, maupun Haposan Hutagalung. Seperti diberitakan, Arafat dan Tini pernah memeriksa Gayus di Hotel Kartika Chandra dan Hotel Manhattan. Arafat mengaku pemeriksaan itu atas perintah Pambudi.

Selain itu, Deny juga meminta agar Pambudi dikonfrontasi dengan Kombes Eko Budi Sampurno mengenai penanganan kasus Gayus. Pasalnya, terjadi pemisahan unit saat kasus Gayus dalam proses penyidikan. Saat awal, ia menjabat Ketua Unit III bidang Pencucian Uang, Pajak, dan Asuransi di Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim.

Lalu, Bareskrim memisahkan bidang pencucian uang dan pajak menjadi unit sendiri yakni, Unit VI, dengan Kanit Eko pada Juli 2009. Kasus Gayus lalu ditangani Unit VI. Setelah itu, ia mengaku tidak mengetahui serta tidak menerima laporan hasil penyidikan dari para penyidik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau