JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada yang dirugikan melalui redenominasi rupiah. Inflasi juga dipercaya tidak akan mengikuti proses penerapannya. Oleh karena itu, Gubernur Bank Indonesia terpilih Darmin Nasution mengatakan masyarakat tak perlu khawatir dan resah.
"Redenominasi itu sama sekali tidak akan merugikan siapa-siapa. Jadi tidak usah risau dan tidak usah resah," ungkapnya di Gedung BI, Selasa (3/8/2010).
Mengapa tak perlu resah? Darmin mengatakan proses sosialisasi hingga penerapannya akan berlangsung lama, sekitar sepuluh tahun. Dimulai dengan dua tahun masa sosialisasi di awal, dilanjutkan dengan tiga tahun masa transisi di mana rupiah dengan nilai nominal baru sudah dibuat dan diluncurkan ke masyarakat namun rupiah lama juga belum akan ditarik.
BI sendiri akan mengontrol pencetakan uang dan peredarannya sehingga tidak tercetak dobel atau menimbulkan uang berlebihan di peredaran yang dapat memicu inflasi. Tiga tahun berikutnya akan masuk ke masa penarikan rupiah lama dan meneruskan tiga tahun berikutnya dengan penghilangan label baru pada fisik rupiah dengan nominal baru.
Darmin meyakinkan penerapan redenominasi tidak akan merugikan masyarakat dari sisi nilai rupiah. "Kalau biasanya digaji 5 juta, dengan uang baru Rp 5.000. Kalau beli sepatu Rp 300 ribu uang lama, dengan uang baru bayar Rp 300. Nilainya sama," tegasnya.
Darmin mencontohkan Turki dan Rumania yang telah berhasil melakukannya. Turki memangkas enam digit angka nol dari mata uangnya, Lira. Artinya, jika sebelumnya disebut 1 juta Lira, nilai yang sama setelah redenominasi akan disebut 1 Lira. "Kalau tidak mulai dari sekarang, kita akan menghadapi persoalan dari digit alat hitung-menghtung kita, akuntansi dan pencatatan. Kan tidak bisa dihilangkan angka kalau kita menghitung miliaran atau triliunan, bahkan kalau pake koma di belakang koma, ada tiga. Bacanya saja sudah berderet-deret. Contohnya lagi, anggaran kita sekarang Rp 1000 triliun, nah abis itu apa? Rp 1 juta triliun. Ini harus kita lakukan agar tak menghadapi kesulitan," paparnya panjang lebar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang