Redenominasi rupiah

Darmin: Jangan Resah dan Khawatir

Kompas.com - 03/08/2010, 15:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada yang dirugikan melalui redenominasi rupiah. Inflasi juga dipercaya tidak akan mengikuti proses penerapannya. Oleh karena itu, Gubernur Bank Indonesia terpilih Darmin Nasution mengatakan masyarakat tak perlu khawatir dan resah.

"Redenominasi itu sama sekali tidak akan merugikan siapa-siapa. Jadi tidak usah risau dan tidak usah resah," ungkapnya di Gedung BI, Selasa (3/8/2010).

Mengapa tak perlu resah? Darmin mengatakan proses sosialisasi hingga penerapannya akan berlangsung lama, sekitar sepuluh tahun. Dimulai dengan dua tahun masa sosialisasi di awal, dilanjutkan dengan tiga tahun masa transisi di mana rupiah dengan nilai nominal baru sudah dibuat dan diluncurkan ke masyarakat namun rupiah lama juga belum akan ditarik.

BI sendiri akan mengontrol pencetakan uang dan peredarannya sehingga tidak tercetak dobel atau menimbulkan uang berlebihan di peredaran yang dapat memicu inflasi. Tiga tahun berikutnya akan masuk ke masa penarikan rupiah lama dan meneruskan tiga tahun berikutnya dengan penghilangan label baru pada fisik rupiah dengan nominal baru.

Darmin meyakinkan penerapan redenominasi tidak akan merugikan masyarakat dari sisi nilai rupiah. "Kalau biasanya digaji 5 juta, dengan uang baru Rp 5.000. Kalau beli sepatu Rp 300 ribu uang lama, dengan uang baru bayar Rp 300. Nilainya sama," tegasnya.

Darmin mencontohkan Turki dan Rumania yang telah berhasil melakukannya. Turki memangkas enam digit angka nol dari mata uangnya, Lira. Artinya, jika sebelumnya disebut 1 juta Lira, nilai yang sama setelah redenominasi akan disebut 1 Lira. "Kalau tidak mulai dari sekarang, kita akan menghadapi persoalan dari digit alat hitung-menghtung kita, akuntansi dan pencatatan. Kan tidak bisa dihilangkan angka kalau kita menghitung miliaran atau triliunan, bahkan kalau pake koma di belakang koma, ada tiga. Bacanya saja sudah berderet-deret. Contohnya lagi, anggaran kita sekarang Rp 1000 triliun, nah abis itu apa? Rp 1 juta triliun. Ini harus kita lakukan agar tak menghadapi kesulitan," paparnya panjang lebar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau