JAKARTA, KOMPAS.com — Angka putus sekolah setiap tahun bertambah cukup signifikan. Berdasarkan data BKKBN, dari 1,7 juta jiwa pada 1996 menjadi 11,7 juta jiwa pada 2009 lalu. Angka tersebut didominasi anak-anak usia 7-15 tahun, yang rata-rata tidak dapat memenuhi kewajibannya melanjutkan pendidikan dasar sembilan tahun.
"Saya kira faktor bertambahnya angka putus sekolah itu karena beberapa hal. Pertama, karena jumlah pertumbuhan yang begitu cepat, kedua pengentasan buta huruf kurang cepat, ketiga memang anaknya kemudian tidak mau sekolah lagi, atau diberikan beasiswa namun tidak mencukupi lagi," ujar Dr Karnadi, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), di sela acara "Berbagi untuk Maju, Frisian Flag Indonesia dan Hypermart Membantu Anak Indonesia untuk Tetap Sekolah", di Jakarta, Selasa (3/8/2010).
Selain itu, lanjut Karnadi, semua anak bisa saja putus sekolah dikarenakan masyarakatnya yang kurang peduli terhadap pendidikan. "Contoh, anaknya cukup pintar, orang tua bekerja sebagai petani, kemudian anak membantu orang tuanya, karena keasyikan bekerja akhirnya meninggalkan bangku sekolah," ujarnya kepada Kompas.com.
Pemerintah, kata dia, sebaiknya ikut membantu dunia pendidikan dalam mengurangi angka putus sekolah dengan memfasilitasi secara maksimal program wajib belajar 9 tahun. Program tersebut harus terus disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat, terutama upaya mendorong masyarakat agar tetap sekolah.
Dia menjelaskan, saat ini ada empat hal untuk mengkritisi dunia pendidikan nasional. Pertama, orientasi tujuan hidup masyarakat. Kedua, content atau isi yang dipelajari di institusi pendidikan, termasuk sarana dan prasarananya. Ketiga, strategi atau cara belajar yang diterapkan guru.
"Keempat, yaitu legitimasi bahwa kita lihat Indonesia berada di urutan 111 dari 180 negara untuk human index-nya," kata Karnadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang