MEDAN, KOMPAS.com - Kepala Dinas pendidikan Sumatera Utara Bahrumsyah pesimistis ada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Sumut yang bisa lolos menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Alasannya, dari 45 RSBI yang ada di wilayah itu, tidak satu pun yang memenuhi kriteria untuk menjadi SBI.
Untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah itu, kata Bahrumsyah, mulai 2010 ini, pihaknya membuat program sekolah binaan mulai tingkat SD sampai SMA dan sederajat. Sekolah-sekolah tersebut akan mendapat bantuan berupa sarana-prasarana dan peningkatan mutu tenaga pengajar.
"Mungkin pada 2014 nanti hasilnya baru bisa kita ketahui. Sekolah-sekolah tersebut akan menjadi sekolah model. Apakah nanti sekolah itu bisa menjadi SBI atau tidak, itu bergantung penilaian Kementerian Pendidikan Nasional," paparnya di Medan, Selasa (2/8/2010).
Saat ini, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tengah mengevaluasi 1.100 RSBI dan hasilnya baru bisa diketahui tahun depan. Bagi RSBI yang tidak bisa menjadi SBI, Kemendiknas akan memberikan pembinaan khusus.
"Evaluasi tersebut sedang dilakukan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas dan hasilnya insya Allah bisa diketahui tahun depan," kata Sekretaris Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Bambang Indriyanto.
Dia menjelaskan, untuk menjadi SBI, sebuah RSBI wajib memenuhi beberapa syarat. Kepala sekolah RSBI setidaknya memiliki ijazah strata dua (S-2). Selain itu, sebanyak 50 persen gurunya harus lulus kuliah pascasarjana.
RSBI juga harus telah memiliki laboratorium komputer dan laboratorium lain seperti Biologi, Fisika, atau Kimia. "Juga harus sudah berafiliasi dengan sekolah berstandar internasional baik yang di dalam atau luar negeri dan disyaratkan bebas dari narkotika," papar Bambang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang