Evaluasi rsbi

Diragukan, RSBI di Sumut Bisa Jadi SBI

Kompas.com - 03/08/2010, 18:35 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Kepala Dinas pendidikan Sumatera Utara Bahrumsyah pesimistis ada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Sumut yang bisa lolos menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Alasannya, dari 45 RSBI yang ada di wilayah itu, tidak satu pun yang memenuhi kriteria untuk menjadi SBI.

Untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah itu, kata Bahrumsyah, mulai 2010 ini, pihaknya membuat program sekolah binaan mulai tingkat SD sampai SMA dan sederajat. Sekolah-sekolah tersebut akan mendapat bantuan berupa sarana-prasarana dan peningkatan mutu tenaga pengajar.

"Mungkin pada 2014 nanti hasilnya baru bisa kita ketahui. Sekolah-sekolah tersebut akan menjadi sekolah model. Apakah nanti sekolah itu bisa menjadi SBI atau tidak, itu bergantung penilaian Kementerian Pendidikan Nasional," paparnya di Medan, Selasa (2/8/2010).

Saat ini, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tengah mengevaluasi 1.100 RSBI dan hasilnya baru bisa diketahui tahun depan. Bagi RSBI yang tidak bisa menjadi SBI, Kemendiknas akan memberikan pembinaan khusus.

"Evaluasi tersebut sedang dilakukan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas dan hasilnya insya Allah bisa diketahui tahun depan," kata Sekretaris Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Bambang Indriyanto.

Dia menjelaskan, untuk menjadi SBI, sebuah RSBI wajib memenuhi beberapa syarat. Kepala sekolah RSBI setidaknya memiliki ijazah strata dua (S-2). Selain itu,  sebanyak 50 persen gurunya harus lulus kuliah pascasarjana.

RSBI juga harus telah memiliki laboratorium komputer dan laboratorium lain seperti Biologi, Fisika, atau Kimia. "Juga harus sudah berafiliasi dengan sekolah berstandar internasional baik yang di dalam atau luar negeri dan disyaratkan bebas dari narkotika," papar Bambang.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau