Seleksi pimpinan kpk

Bambang Fokus pada Perbaikan Kelembagaan

Kompas.com - 03/08/2010, 20:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Jika terpilih sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nantinya, Bambang Widjoyanto, akan memfokuskan perbaikan dalam tiga hal, yakni pada tingkatan kelembagaan, orang, dan kaitannya dengan masyarakat. Namun, dari ketiga hal itu, perbaikan di sektor lembaga lah yang paling mendasar.

"Ada tiga fokus lembaga dulu, orang, mengaitkan ke masyarakat. Di lembaga, itu konsolidasi human resources. Lembaga penegakan hukum sekarang kan seolah-olah ada tension dengan antar lembaga," ujarnya, Selasa (3/8/2010), di Jakarta.

Caranya, kata Bambang, mengoptimalkan apa yang sudah dijalankan KPK saat ini, yakni dengan menjalin komunikasi antara KPK, kepolisian, dan kejaksaan. "Bentuknya seperti pelatihan yang melibatkan unsur-unsur itu berbicara tentang kasus-kasus dan sucess story penangan yang melibatkan itu semua. Ini yang harusnya dioptimalkan," kata Bambang yang juga kuasa hukum Bibit-Chandra.

Selain penguatan kelembagaan KPK dengan lembaga-lembaga lainnya, penguatan internal, menurut Bambang, juga sangat diperlukan. Hal ini karena trust building para staff KPK semakin menurun. "Ini akibat banyaknya KPK yang sekarang bolong-bolong. Mau maju tapi nggak ada direktur ini itu kan jadi sama saja. Jadi perlu ada lagi konsolidasi pimpinan dengan bawahannya," ujar Bambang seusai berbicara dalam seminar di Hotel Harris, Jakarta.

Pada Sabtu (31/7/2010) lalu, Panitia Seleksi KPK mengumumkan 12 nama yang berhak maju ke tahap berikutnya, yakni tahap profile assesment esok hari, Rabu (4/8/2010). Ke-12 nama tersebut yakni Ade Saptomo, Aji Sularso, Bambang Widjojanto, Chaerul Rasyid, Dr Fachmi, Firman Zai, Frederich Yunadi, I Wayan Sudirta, Junino Jahja, Meli Darsa, Jimly Asshidiqie, dan M Busjro Muqoddas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau