Mafia kasus

Edmond Perintahkan Ubah Status Roberto

Kompas.com - 03/08/2010, 21:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kompol Arafat Enanie mengatakan, ia diperintahkan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri yang saat itu dijabat Brigjen (Pol) Edmond Ilyas agar mengubah status tersangka yang menjerat Roberto Santonius menjadi saksi. Saat itu, Roberto terjerat kasus Gayus Halomoan Tambunan.

"Itu perintah direktur, Roberto jadi saksi dan hanya Gayus tersangka," ucap Arafat saat bersaksi di sidang terdakwa AKP Sri Sumartini alias Tini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2010).

Arafat mengatakan, awalnya, Roberto ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menemukan aliran dana ke Gayus sesuai laporan hasil analisis dari PPATK. Roberto lalu mempertanyakan mengenai penetapan tersangka itu kepadanya.

Roberto, kata dia, lalu meminta bertemu di FX Senayan. Setelah itu, ia, Mardiani, dan Tini menemui Roberto di salah satu restoran di FX Senayan. "Roberto tanya bisa enggak diubah jadi saksi. Kami katakan bahwa itu bukan kewenangan kami," katanya.

Setelah itu, ucap Arafat, Roberto menanyakan siapa yang berwenang mengubah status. "Saya jawab pimpinan kami. Silakan bicara dengan pimpinan kami. Besoknya dia menghadap Pak Edmond. Setelah menghadap itu, Pak Pambudi panggil saya dan Mardiani dan meminta menghadap direktur," jelas Arafat.

"Kami bertiga lalu ketemu Pak Edmond. Saya diperintahkan (Edmond) fokus ke kasus Gayus saja. Tangani dulu kasus Gayus saja. Setelah pertemuan itu, Pak Pambudi kembali menegaskan perkataan direktur. Dia bilang, 'Arafat fokus kepada kasus Gayus'," tambah dia.

Saat bersaksi, Arafat mencabut pernyataannya tentang adanya penyerahan uang Rp 1.750.000 dari Roberto ke Tini seusai pertemuan di FX Senayan. Menurut Arafat, ia tidak tahu bahwa ada penyerahan itu. Tentang pernyataan di BAP itu, Arafat mengatakan, "Itu karena suasana kebatinan saya, saya terpaksa mengatakan itu."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau