SEOUL, KOMPAS.com - Striker Barcelona, Zlatan Ibrahimovic, merasakan ada perubahan besar dalam kariernya setelah ia mencicipi sepak bola Italia dan Spanyol. Keduanya punya karakter berbeda.
Sejak meninggalkan Ajax pada 2004, pemain asal Swedia itu singgah di dua klub Serie A Italia. Dari Ajax, ia pindah ke Juventus. Meski tak meraih gelar, ia sempat menjadi pemain asing terbaik pada 2005.
Begitu "I Bianconeri" lengser ke Serie B, ia hengkang ke Inter Milan. Di sinilah ia merasakan semua gelar domestik, tapi tak sekali pun ia mencicipi titel Liga Champions. Karena ingin juara di Eropa inilah, Ibra kemudian bergeser ke Barcelona.
"Di sana (Italia), sepak bola lebih taktis, sementara di Spanyol lebih banyak melibatkan serangan, terutama di Barcelona," aku Ibrahimovic di sela-sela tur Barcelona di Seoul, Korea Selatan, Selasa (3/8/2010). "Di Italia, aku belajar banyak hal dan menjadikanku pemain seperti sekarang."
Ibra mengawali musimnya bersama Barca dengan membuat 21 gol di semua kompetisi. Jumlah ini yang terbanyak di antara musim-musim pertamanya di klub-klub sebelumnya. Namun, ia tetap dianggap kurang tajam, apalagi jumlah golnya kalah jauh dibandingkan rekan satu klubnya, Lionel Messi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang