Kunjungan kerja ke maluku

Presiden Janjikan "Sail Morotai 2012"

Kompas.com - 04/08/2010, 10:09 WIB

TERNATE, KOMPAS.com — Setelah pelaksanaan "Sail Banda 2010" yang dinilai berhasil menggerakkan ekonomi rakyat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji menggelar acara serupa di Provinsi Maluku Utara dua tahun lagi. Namanya, "Sail Morotai 2012".

"Saya sudah instruksikan para menteri untuk mempersiapkan penyelenggaraan acara itu," ujar Presiden Yudhoyon, saat meresmikan perpindahan ibu kota Provinsi Maluku Utara (Malut), Ternate, ke Sofifi di Pulau Halmahera, Malut.

Peresmian itu dilakukan Presiden Yudhoyono di Lapangan Ngaralamo, Kelurahan Salero, Kecamatan Kota Ternate Utara, Ternate, Malut, Rabu (4/8/2010) siang ini. Dalam acara itu, Presiden didampingi sejumlah menteri, di antaranya Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menbudpar Jero Wacik, serta Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

"Intinya adalah supaya perekonomian Maluku Utara tumbuh dengan baik," tambah Presiden Yudhoyono, disambut dengan tepuk tangan dan teriakan masyarakat Ternate yang hadir di acara itu. Morotai adalah salah satu pulau terluar di Provinsi Malut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau