Isu redenominasi

Pasar Menahan Diri, Rupiah Stabil

Kompas.com - 04/08/2010, 10:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (4/8/2010)  pagi masih bertengger dilevel Rp 8.938 per dollar seperti Selasa , karena pelaku pasar masih khawatir dengan isu redenominasi rupiah yang akan dilakukan Bank Indonesia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertahan seperti hari sebelum pada Rp 8.938-R 8.948 per dollar.

Dirut Finan Corpindo Nusa, Edwin Sinaga di Jakarta, mengatakan, upaya Bank Indonesia yang akan melakukan isu redenominasi rupiah mengakibat pelaku pasar cenderung menahan diri. "Pelaku pasar khususnya asing khawatir akan wacana BI ini, sehingga mereka lebih baik berdiam melakukan perkembangan pasar," katanya.

Kondisi ini, menurut dia sebesar cukup baik, karena kondisi rupiah saat ini stabil. "Hal ini yang sebenarnya disukai eksportir maupun importir, meski importir saat ini masih diuntungkan dengan membaiknya rupiah," ucapnya.

Edwin Sinaga mengatakan, redenominasi rupiah masih berupa wacana dan memerlukan waktu yang panjang bagi pelaksanannya , sehingga tidak perlu dikhawatirkan. "Inikan baru wacana, karena masyarakat menjadi panik, sehingga pasar saham yang cenderung membaik menjadi gelisah dengan melepas saham-saham di pasar. Akibatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk hingga dibawah angka 3.000 poin," tuturnya.

Rupiah, lanjut Edwin Sinaga, kalau melihat kondisi ini maka pada Rabu siang diperkirakan akan mengalami kenaikan setelah pelaku pasar mulai mengerti rencana redenominasi rupiah itu baru merupakan wacana. "Kami optimis rupiah pada siang nanti akan kembali membaik," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau