Kompolnas Pegang Delapan Nama Calon Kapolri Baru

Kompas.com - 04/08/2010, 13:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah memegang delapan nama yang akan menjadi calon Kapolri baru. Namun, kedelapan nama tersebut masih dirahasiakan.

"Nama sudah kita terima. Ada delapan (nama). Surat resmi di Ketua Kompolnas. Itu (nama calon Kapolri) rahasia. Saya pun belum tahu siapa nama-namanya," ujar anggota Kompolnas, Adnan Pandu Praja, Rabu (4/8/2010), di Hotel Mercure, Jakarta.

Menurutnya, Kompolnas masih akan memroses nama-nama tersebut dengan melihat track record story. "Setelah nanti nama-nama dibuka, apa sih kira-kira harapan publik mengenai kriteria Polri yg ideal. Kita akan ke sana," ujar Adnan.

Selain itu, untuk memilih calon Polri, Kompolnas mengaku akan bekerja sama dengan Komnas HAM, KPK, PPATK, dan Ditjen Pajak. "Kami akan melibatkan komisi-komisi terkait agar pimpinan Polri mendatang tidak bersinggungan dengan persoalan-persoalan HAM, korupsi, atau pajak, dan sebagainya," tandas Adnan.

Lembaga-lembaga tersebut juga sudah merespon positif kerja sama ini. Diharapkan, klarifikasi terhadap nama-nama calon Kapolri tersebut, akan dilakukan pada bulan September 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau