Seno Siap Tutup Galian C

Kompas.com - 04/08/2010, 17:48 WIB

BOYOLALI, KOMPAS - Bupati Boyolali Seno Samodro menargetkan evaluasi total penambangan galian C di kawasan Merapi dan Merbabu dan menutupnya sebelum Hari Raya Lebaran pada September mendatang. Namun, hal ini terlebih dahulu akan dipersiapkan melalui rapat evaluasi bersama unsur pimpinan daerah di Boyolali.

Penegasan tersebut disampaikan Seno seusai dilantik sebagai Bupati Boyolali Periode 2010-2015, bersama Wakil Bupati Agus Purwanto di Kantor DPRD Kabupaten Boyolali, Selasa (3/8). Mereka dilantik Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

"Ini masih warming up (pemanasan) sebelum Lebaran ada evaluasi total. Sebelum Hari Raya (Lebaran) diharapkan galian C resmi tutup, seperti tadi diisyaratkan Gubernur," ujar Seno.

Persoalan penambangan galian C di Merapi dan Merbabu memang sempat diutarakan Gubernur Bibit Waluyo dalam sambutannya seusai melantik Seno Samodro. Menurut Bibit, kerusakan yang ditimbulkan dari penambangan galian C sudah sangat parah. Seharusnya penambangan hanya dilakukan di sungai agar tidak merusak lingkungan daerah tangkapan air.

"Jaga (lingkungan). Jangan nanti bupatinya ikut menambang. Awas! Ikuti kebijakan terdahulu (Bupati Sri Moeljanto)," ujar Bibit.

Adapun Bupati terdahulu Sri Moeljanto bersikap tegas dalam persoalan galian C dengan tidak mengeluarkan izin baru penambangan galian C di Kecamatan Cepogo dan Selo. Selain merusak lingkungan, penambangan galian C juga menyebabkan jalan rusak sekaligus mengancam jiwa masyarakat lewat bahaya tanah longsor.

Selain menitipkan pesan menjaga lingkungan, Gubernur juga meminta bupati yang baru mendorong kesejahteraan masyarakat. Bibit meminta Boyolali terus memperkuat sektor peternakan sapi perah maupun perikanan air tawar yang menjadi kekuatannya selama ini. Bibit juga meminta bupati-wakil bupati untuk mengalokasikan dana APBD dengan baik demi kemakmuran masyarakat.

Gubernur juga mendorong daerah untuk lebih mampu mandiri dari sisi keuangan. APBD Boyolali mencapai sekitar Rp 1 triliun pada tahun 2010, namun persentase pendapatan asli daerah hanya sekitar Rp 80,02 miliar. Hal ini menunjukkan ketergantungan kabupaten terhadap pendanaan dari pusat dan provinsi masih tinggi.

"Saya juga menitipkan agar dikaji potensi Boyolali dan ada kesinambungan (dengan sebelumnya). Tentu harapan yang kuat dari masyarakat bahwa kualitas moral birokrasi juga dipertahankan, jangan mundur," kata Sri Moeljanto, Bupati Boyolali periode 2005-2010. (GAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau