BEIRUT, KOMPAS.com — Pihak berwenang Lebanon menahan seorang perwira tinggi angkatan darat, seorang anggota partai Kristen, dan seorang karyawan telekomunikasi dalam penangkapan terbaru terhadap tersangka mata-mata Israel.
"Para tersangka ditangkap dalam operasi-operasi keamanan beberapa pekan lalu," kata sumber itu, Rabu (4/8/2010).
Anggota partai itu juga seorang mantan kolonel angkatan darat.
"Mereka (intelijen Lebanon) belum yakin apakah mereka memberikan informasi kepada Israel. Karena itu, mereka sedang diperiksa sekarang," katanya.
Lebanon telah menuduh dua karyawan yang bekerja di perusahaan telekomunikasi mobil Alfa milik pemerintah karena menjadi mata-mata Israel, satu tuduhan yang diancam dengan hukuman mati.
Karyawan yang ditahan pekan lalu itu bekerja sebagai operator perbaikan jaringan Ogero.
Penahanan dua karyawan Alfa tersebut mengejutkan negara itu dan menimbulkan perdebatan tentang betapa dalamnya Israel menyusup ke sektor-sektor telekomunikasi dan keamanan Lebanon.
Dua warga Lebanon lainnya telah dihukum mati karena menjadi mata-mata untuk Israel. Presiden Michel Suleiman menyerukan agar dijatuhkan hukuman berat terhadap mata-mata dan mengatakan, "Jika ia dijatuhkan hukuman mati, saya akan mendatanganinya."
Lebanon mulai melakukan penangkapan April 2009 sebagai bagian dari penyelidikan spionase di mana belasan orang telah ditahan atas dugaan menjadi mata-mata untuk Israel.
Seorang brigadir jenderal dan Direktorat Keamanan Umum termasuk di antara pejabat penting yang ditahan. Lebih dari 20 orang telah disidangkan di pengadilan.
Israel tidak memberi komentar mengenai penahanan-penahanan itu.
Para pejabat senior keamanan Lebanon mengatakan, penahanan itu adalah satu pukulan besar pada jaringan mata-mata Israel di Lebanon.
Banyak tersangka memegang peran-peran penting dalam mengidentifikasi sasaran-sasaran Hezbollah yang dibom dalam perang tahun 2006.
Pengadilan-pengadilan Lebanon sampai sekarang menjatuhkan apa yang dianggap masyarakat luas sebagai hukuman-hukuman ringan terhadap warga-warga yang bekerja sama dengan pasukan penjajah Israel dan milisi lokal mereka. Israel mengakhiri penjajahan 22 tahunnya di daerah Lebanon selatan pada Mei 2000.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang