Lebanon Tahan Mata-mata Israel

Kompas.com - 04/08/2010, 20:47 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com — Pihak berwenang Lebanon menahan seorang perwira tinggi angkatan darat, seorang anggota partai Kristen, dan seorang karyawan telekomunikasi dalam penangkapan terbaru terhadap tersangka mata-mata Israel.

"Para tersangka ditangkap dalam operasi-operasi keamanan beberapa pekan lalu," kata sumber itu, Rabu (4/8/2010).

Anggota partai itu juga seorang mantan kolonel angkatan darat.

"Mereka (intelijen Lebanon) belum yakin apakah mereka memberikan informasi kepada Israel. Karena itu, mereka sedang diperiksa sekarang," katanya.

Lebanon telah menuduh dua karyawan yang bekerja di perusahaan telekomunikasi mobil Alfa milik pemerintah karena menjadi mata-mata Israel, satu tuduhan yang diancam dengan hukuman mati.

Karyawan yang ditahan pekan lalu itu bekerja sebagai operator perbaikan jaringan Ogero.

Penahanan dua karyawan Alfa tersebut mengejutkan negara itu dan menimbulkan perdebatan tentang betapa dalamnya Israel menyusup ke sektor-sektor telekomunikasi dan keamanan Lebanon.

Dua warga Lebanon lainnya telah dihukum mati karena menjadi mata-mata untuk Israel. Presiden Michel Suleiman menyerukan agar dijatuhkan hukuman berat terhadap mata-mata dan mengatakan, "Jika ia dijatuhkan hukuman mati, saya akan mendatanganinya."

Lebanon mulai melakukan penangkapan April 2009 sebagai bagian dari penyelidikan spionase di mana belasan orang telah ditahan atas dugaan menjadi mata-mata untuk Israel.

Seorang brigadir jenderal dan Direktorat Keamanan Umum termasuk di antara pejabat penting yang ditahan. Lebih dari 20 orang telah disidangkan di pengadilan.

Israel tidak memberi komentar mengenai penahanan-penahanan itu.

Para pejabat senior keamanan Lebanon mengatakan, penahanan itu adalah satu pukulan besar pada jaringan mata-mata Israel di Lebanon.

Banyak tersangka memegang peran-peran penting dalam mengidentifikasi sasaran-sasaran Hezbollah yang dibom dalam perang tahun 2006.

Pengadilan-pengadilan Lebanon sampai sekarang menjatuhkan apa yang dianggap masyarakat luas sebagai hukuman-hukuman ringan terhadap warga-warga yang bekerja sama dengan pasukan penjajah Israel dan milisi lokal mereka. Israel mengakhiri penjajahan 22 tahunnya di daerah Lebanon selatan pada Mei 2000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau