TEHERAN, RABU
Dalam laporan yang dilansir kantor berita AP dan AFP, sebelumnya dikabarkan bahwa konvoi kendaraan Presiden Ahmadinejad sedang menuju kota Hamedan saat sebuah granat tangan dilempar dan meledak. Beberapa orang dilaporkan ditahan setelah insiden yang tidak menimbulkan korban itu.
Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh pihak pemerintah. Stasiun TV milik pemerintah mengabarkan, sama sekali tidak ada insiden penyerangan apa pun terhadap rombongan Presiden di Hamedan.
Seorang pejabat Kantor Kepresidenan Iran menambahkan, ”Itu hanya ledakan mercon. Kami akan mengeluarkan pernyataan resmi segera.”
Belakangan, stasiun TV di Iran menyiarkan langsung pidato Ahmadinejad di hadapan masyarakat di sebuah stadion di Hamedan, Rabu siang. Dalam pidatonya, Ahmadinejad sama sekali tidak menyinggung tentang adanya insiden penyerangan.
Kabar penyerangan ini beredar hanya dua hari setelah Ahmadinejad mengulang lagi pernyataan bahwa Israel hendak membunuhnya. Kabar tersebut mulai beredar setelah situs www.khabaronline.ir, yang dikabarkan punya hubungan dekat dengan Ketua Parlemen Ali Larijani, merilis berita bahwa ledakan terjadi sekitar 100 meter dari mobil Ahmadinejad.
Namun, saat Kompas mengecek langsung ke situs tersebut hari Rabu sekitar pukul 19.30 WIB, berita tersebut sudah tidak dapat ditemukan. Menurut BBC, berita-berita tersebut sempat ditayangkan, tetapi kemudian dilepas sendiri oleh laman yang bersangkutan.