Kerukunan

Jangan Berlebihan Sikapi Ahmadiyah

Kompas.com - 05/08/2010, 07:18 WIB

KENDARI , KOMPAS.com — Bupati Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Imran, mengimbau warganya agar tidak berlebihan menyikapi aliran Ahmadiyah di wilayahnya.

"Hukum dan norma menjadi pedoman seluruh elemen bangsa dalam menyikapi suatu permasalahan yang timbul di tengah masyarakat," kata Bupati Imran di Kendari, Kamis (5/8/2010).

Menurut dia, pengikut Ahmadiyah juga harus menghargai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa aliran yang menganggap masih ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW itu adalah ajaran sesat.

"Pengikut Ahmadiyah maupun masyarakat sekitar harus saling menghormati agar satu sama lain tetap hidup dalam suasana kekeluargaan dan saling menyayangi," kata Imran.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Konawe Selatan Abu Baeda mengatakan, keberadaan Ahmadiyah di Kecamatan Wolasi, sekitar 30 kilometer selatan Kota Kendari, sudah ada sejak tahun 1980-an sehingga pengikutnya mencapai 64 keluarga.

"Pemerintah mengawasi keberadaan Ahmadiyah sebagai antisipasi kemungkinan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan untuk mempersempit upaya para pemimpin Ahmadiyah menjalankan siar lebih luas dengan tujuan menggaet pengikut baru.

Aliran Ahmadiyah disorot banyak pihak karena keyakinannya masih ada nabi setelah Nabi Muhammad. "Yang dikhawatirkan, warga keberatan atas ajaran Ahmadiyah sehingga diperlukan pengawasan, namun tidak memungkinkan untuk dibubarkan tanpa perintah dari institusi berwenang," katanya.

Ketua DPRD Konawe Selatan Edy mengimbau masyarakat mampu menyikapi keberadaan Ahmadiyah dengan hati yang jernih.

"Ada pihak berwenang yang kompeten melakukan tindakan terhadap pengikut Ahmadiyah. Jauhkan silang pendapat dengan warga sekitar," kata Edy, politisi Partai Demokrat.

Oleh karena itu, ia mengimbau institusi Kementerian Agama dan kejaksaan yang memiliki kewenangan mengawasi kehadiran aliran atau kepercayaan suatu golongan, untuk terus melakukan pengawasan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau