KARAWANG, KOMPAS.com - Tiga hari usai IIMS 2010, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memboyong wartawan ke proving ground milik Bridgestone di Karawang, Jawa Barat, Rabu (4/8/2010). Tiba di lintasan tes berjarak 2 kilometer itu, sudah menunggu tujuh unit produk Mitsubishi, yakni dua unit Lancer, tiga Pajero Sport, satu strada Triton dan Pajero Sport GLS manual. Dan yang diincar wartawan, termasuk Kompas.com adalah Pajero Sport GLS manual yang dilaunching di ajang pameran lalu.
Sesuai ketentuan, setiap media diberi kesempatan mengelilingi lintasan dua kali. Untuk menjaga kemanan, peserta wajib mengenakan helm standar dan ditemani instruktur Sunny TS, pebalap mobil nasional.
Ketika tiba giliran Kompas.com menjajal, saat masuk ke dalam kabin terasa lega. Bodi mobil yang besar membuat tubuh tambun seperti saya dengan bobot lebih 100 kg, mudah keluar-masuk.
"Sebenarnya tenaga Pajero oke daripada SUV lainnya. Untuk handling, dari luar kelihatan limbung, tapi di dalam kabin terasa cukup nyaman," ujar Sunny.
Kompas.com tak mau langsung percaya begitu saja dengan komentar sang pebalap, sebelum membuktikannya. Kebetulan kondisi trek di proving ground sangat lengkap dan mirip keadaan sehari-hari. Ada trek lurus, tikungan tajam, parabola sampai jalanan bergelombang.
Pada lap pertama, Kompas.com coba merasakan akselerasi di trek lurus 800 meter. Dengan mengandalkan gigi tiga, pedal gas dibejek, tarikan Pajero Sport GLS cukup agresif. Dalam sekejab, jarum spidometer sudah menunjuk angka 100 km, sedang putaran mesin 4.000 rpm dan gigi persneling pun dipindahkan ke empat. Tapi kecepatan dibatasiu tidak melewati angka 120.
Di ujung trek lurus, menanti dua tikungan 90 derajat. Ketika masuk mulut tikungan, tubuh Pajero Sport sedikit limbung, tapi sama sekali tak mengganggu handling. Ini sekaligus membuktikan ucapan instruktur yang duduk nyaman di bangku penumpang depan.
Pada putaran kedua, Pajero Sport di arahkan ke permukaan lintasan tak rata. Lari dengan kecepatan 80 km per jam, suspensi mampu meredam benturan-benturan dan kenyamanan tetap terasa. Dengan waktu cuma sekitar 3 menit lebih, dua lap berhasil dilahap.
Kesimpulan singkat, Pajero Sport GLS transmisi manual menawarkan respon lebih tinggi terutama untuk berakselerasi ketimbang tipe otomatis. Untuk penggunaan di dalam kota, mobil sangat nyaman apalagi melintasi jalanan tak rata. Kalau untuk tanjakkan atau tikungan tajam, belum di rasakan, mungkin lain kali kalau ada ajakan dari pihak ATPM.
Bandrol harga Rp359 juta untuk satu unit dirasa cukup ideal dengan kesan yang ditawarkan. Silahkan mencoba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang