Kritik untuk dpr

Sering Bolos Kok Mau Buat Rumah Aspirasi

Kompas.com - 05/08/2010, 19:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra mempertanyakan niat para anggota DPR RI yang ingin membangun rumah aspirasi sebagai wadah penyaluran aspirasi konsitutennya. Pasalnya, ia ragu apakah fasilitas tersebut akan efektif, mengingat anggota DPR yang masih sering bolos rapat.

"Tidak masuk akal. Rencana ini saya kira terlalu mengada-ada. Mereka sering bolos rapat sekarang malah sekarang mau bikin rumah aspirasi. Buat apa?" ungkapnya, Kamis (5/8/2010), seusai membuka talkshow "Antara Mekkah dan Madinah" di Samarra Resto, Jakarta.

Kalaupun misalnya diperlukan rumah aspirasi, katanya, sebaiknya jangan menggunakan uang negara yang berasal dari rakyat. "Pakai uang sendiri saja. Kan anggota-anggota DPR itu sudah banyak terima insentifnya besar-besar," ujar Azyumardi Azra.

Setelah dana aspirasi, belakangan mencuat wacana pembanguanan rumah aspirasi. Sama seperti sebelumnya, wacana pembangunan ini juga mendapat kecaman dari beberapa partai seperti PPP, PAN, dan PDI-P. Pada dasarnya, rumah aspirasi ini diperuntukan agar para anggota dewan memiliki sebuah sarana penyerap aspirasi yang efektif seperti kantor di daerah-daerah.

Tiap anggota DPR akan memiliki rumah aspirasi senilai Rp 200 juta sehingga total biaya mencapai Rp 122 miliar. Pembangunan akan dilakukan tahun depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau