WASHINGTON, KOMPAS.com - Sebanyak 14 warga Amerika Serikat ditangkap atas tuduhan berusaha bergabung dengan atau membantu kelompok gerilya garis keras Somalia Al-Shabaab.
NBC News melaporkan, orang-orang yang ditangkap itu termasuk satu orang yang berusaha meninggalkan AS menuju Somalia guna bergabung dengan kelompok yang terkait Al-Qaeda itu.
Fox News juga melaporkan, beberapa orang itu dituduh memberikan bantuan materi kepada sebuah kelompok teroris, dan mereka berusaha menggalang dana dengan menggunakan yayasan amal palsu.
Konferensi pers digelar oleh Kementerian Kehakiman pada Kamis (5/8/2010) malam waktu setempat. Al-Shabaab, kelompok muslim garis keras yang menguasai sebagian besar wilayah tengah dan barat Somalia, mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kampala, ibukota Uganda, pada 11 Juli yang menewaskan 76 orang.
Pemboman itu merupakan serangan terburuk di Afrika timur sejak pemboman 1998 terhadap kedutaan besar AS di Nairobi dan Dar es Salaam yang diklaim oleh Al-Qaeda.
Serangan-serangan bom pada 11 Juli itu dilakukan di sebuah restoran dan sebuah tempat minum yang ramai di Kampala ketika orang sedang menyaksikan siaran final Piala Dunia di Afrika Selatan.
Pemimpin Al-Shabaab telah memperingatkan dalam pesan terekam pada Juli bahwa Uganda akan menghadapi pembalasan karena peranannya dalam membantu pemerintah sementara Somalia yang didukung Barat.
Uganda adalah negara pertama yang menempatkan pasukan di Somalia pada awal 2007 untuk misi Uni Afrika yang bertujuan melindungi pemerintah sementara dari Al-Shabaab dan sekutu mereka yang berhaluan keras di negara Tanduk Afrika tersebut.
Pasukan Uni Afrika mendukung pemerintah Somalia dalam perang melawan gerilyawan garis keras itu. Para pejabat AS mengatakan, kelompok Al-Shabaab bisa menimbulkan ancaman global yang lebih luas.
Ke-14 orang yang ditangkap itu termasuk 12 orang dari Minnesota, satu orang dari Alabama dan satu lagi dari California, kata NBC.
Menurut Fox, jaksa menuduh para tersangka mencari dana dari rumah ke rumah di kalangan masyarakat keturunan Somalia di Minnesota dan memberi tahu mereka bahwa sumbangan itu diperlukan bagi warga "yang miskin dan sangat membutuhkan".
Namun, uang itu disalurkan kepada Al-Shabaab, yang disebut sebagai organisasi teroris asing oleh AS. Upaya serupa dilakukan di daerah-daerah lain AS, kata beberapa pejabat.
Berita mengenai penangkapan 14 orang itu tersiar sehari setelah pengumuman mengenai penangkapan seorang warga AS beberapa jam sebelum ia pergi ke Somalia, diduga untuk bergabung dengan Al-Shabaab.
Washington menyebut Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden.
Milisi garis Al-Shabaab dan sekutunya, Hezb al-Islam, berusaha menggulingkan pemerintah Presiden Sharif Ahmed ketika mereka meluncurkan ofensif mematikan pada Mei tahun lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang