Prahara rumah tangga

Tahu Suami Kawin Lagi dari Facebook

Kompas.com - 06/08/2010, 04:13 WIB

CLEVELAND, KOMPAS.com — Situs jejaring sosial seperti Facebook rupanya semakin mempermudah perselingkuhan, sekaligus mudah pula memergokinya. Ini seperti dialami Lynn France, perempuan berusia 41 tahun dari Amerika Serikat.

Awalnya, ia curiga suaminya, John France, selingkuh karena berbagai indikasi. Pertama, suaminya pamit pergi untuk bisnis, bahkan ketika anak mereka yang baru lahir pulang dari rumah sakit. Kedua, pada hari lain Lynn mendapati paspor suaminya di rumah, padahal dia pamit pergi bisnis ke China.

Lynn lalu menggerakkan jemarinya di atas keyboard komputer. Pada kolom pencarian di Facebook, ia ketikkan dua kata dari nama perempuan yang ia curigai sebagai selingkuhan suaminya.

Olala! Mimpi buruk Lynn jadi nyata. Ada foto-foto pernikahan suaminya dengan perempuan lain di Walt Disney World. Suaminya pakai busana pengantin layaknya Pangeran Tampan. Istri barunya yang berambut pirang terlihat cantik.

“Sejujurnya, saya langsung mati rasa karena terkejut," ujar Lynn, terapis dari Westlake, wilayah suburban di Cleveland itu. "Ada album dengan 200 foto di sana. Semuanya foto pernikahan mereka."

Suaminya pada Kamis (5/8/2010) menyatakan, pernikahannya dengan Lynn tidak pernah sah. Dia bilang, Lynn sebetulnya tahu soal pernikahan itu jauh sebelumnya, tetapi belakangan  bicara ke publik soal foto-foto di Facebook itu sebagai siasat publisitas.

Adapun Lynn lantas mengakui juga, pada Oktober 2009 silam, suaminya sebelum pergi meninggalkan jejak di komputer pasangan itu berupa tampilan situs sebuah hotel.

“Maka, saya akhirnya pergi ke sana bersama teman perempuan untuk meyakinkan diri saya," kata Lynn. “Dia di sana sedang bersama pacarnya. Saya bilang, 'He, saya istrinya. Kami punya seorang anak'."

Namun, perempuan itu mengaku sudah bertunangan dengan lelaki di sampingnya. “Cukup yakin, mereka ternyata sudah terdaftar untuk menikah di Target,” kata Lynn

Teman perempuan Lynn lantas menyarankan supaya mengecek halaman Facebook pacar suaminya itu. Akunnya masih terbuka untuk siapapun, tetapi sejak itu jadi tertutup.

Namun, kata Lynn, suaminya sempat berjanji tidak akan benar-benar pergi karena pernikahan itu. Tapi itu tak bertahan lama, setelah Lynn mendapati bukti foto-foto pernikahan tersebut, hingga akhirnya dia mulai memproses perceraian.

Kini, John France, tidak mengingkari bahwa dia sudah menikah lagi. Namun, ia mengaku, pernikahannya dengan Lynn France tidaklah sah.

“Saya rasa, saya tidak sedang curang," ujar John France dalam wawancaraa di televisi NBC. “Jika anda menikah tidak tepat pada awalnya, tidak tepat pula pada akhirnya."

Melalui proses panjang, hak pengasuhan anak-anak mereka akhirnya jatuh kepada John France. Adapun hanya bisa melihat anak-anaknya dari halaman Facebook yang sekaligus juga berisi foto-foto pernikahan suaminya dengan perempuan lain. "Ini lebih aneh daripada cerita fiksi sekalipun," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau