Transportasi

Tarif Kereta Api Naik Per 1 Oktober

Kompas.com - 06/08/2010, 12:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tarif kereta api akan naik per 1 Oktober 2010 setelah sempat ditunda dari 1 Juli lalu. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan dalam diskusi mingguan Perspektif di Gedung DPD RI, Jumat (6/8/2010).

"Penyesuaian kenaikan tarif tak berlaku 1 Juli, tapi berlaku 1 Oktober. Jadi pelanggan tak perlu ngerogoh kocek pada saat Lebaran," ungkapnya.

Keputusan Menteri No 48 Tahun 2010 telah merevisi Keputusan Menteri No 35 Tahun 2010 tentang berlakunya tarif baru. Menurut Tundjung, kenaikan penyesuaian tarifnya bervariasi antara 16 dan 64 persen. Persentase kenaikan terbesar adalah untuk tiket kereta rel listrik (KRL) dan kereta rel diesel (KRD).

"Tapi nominalnya, yang besar untuk KRL dan KRD. Contohnya, tiket KRL Bogor-Jakarta yang semula dipatok di harga Rp 2.000 naik menjadi Rp 3.500. Persentase kecil berlaku untuk kereta-kereta api jarak jauh, seperti jurusan Jakarta-Surabaya. Kenaikan berkisar Rp 10.000," lanjut Tundjung.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tak bisa dihindari sebagai konsekuensi penyesuaian yang harus dilakukan terhadap kurangnya anggaran subsidi yang diberikan pemerintah. Tundjung mengatakan, untuk tahun 2010, kementerian sudah menghitung anggaran untuk operasional perkeretaapian per tahun 2010 sebesar Rp 571 miliar. Namun, dana yang disediakan hanya Rp 535 miliar. Kekurangan Rp 36 miliar dipenuhi dengan penyesuaian tarif.

Anggota Komite II DPD RI Bambang P Soeroso mengatakan, kenaikan tarif sah-sah saja. Namun, pemerintah melalui PT KAI harus mampu memberikan kompensasi yang sesuai kepada para pengguna kereta api. "Apa kompensasi dari pemerintahan kepada pengguna untuk kenaikan itu? Apakah tingkat pelayanan, keamanan, dan ketepatan waktunya sudah memadai? Harus ada standar operasi minimum. Apakah PT KAI sudah punya standar itu?" tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau