JAKARTA, KOMPAS.com — Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan menegaskan, perkeretaapian membutuhkan kerja sama yang baik dengan PT PLN untuk bisa meningkatkan pelayanan publiknya.
Menurutnya, hingga 2014, PT Kereta Api Indonesia membutuhkan tambahan daya sebesar 60.000 megawatt. "Untuk tahun 2014, paling tidak memerlukan 60.000 megawatt karena saya harus meningkatkan kemampuan masing-masing gardu, masing-masing substation," tuturnya dalam diskusi rutin Perspektif di Gedung DPD RI, Jumat (6/8/2010).
Menurutnya, penambahan armada kereta api hingga 2014 tentu akan memperkecil highway. Jika saat ini kereta melintas setiap 19 menit sekali, maka selanjutnya bisa 12 menit bahkan 5 menit sekali. Oleh karena itu, perlu penambahan daya yang cukup besar.
Saat ini, kebutuhan daya listrik PT KAI mencapai 180.000 megawatt. Namun, dengan kapasitas itu pun dua substation di kawasan Cisauk, Tangerang, Banten, juga belum memperoleh daya dari PLN.
Tundjung mengaku tidak ingat besar dayanya. "Tapi secara jangka panjang, rencana kami bukan hanya dua itu, tapi seluruhnya akan kami dayakan sampai Cikarang, dan Bogor pun akan kami tingkatkan dayanya karena frekuensinya akan bertambah," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang