JAKARTA, KOMPAS.com — Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penyisiran terhadap keberadaan kantong-kantong pengemis di Ibu Kota. Yang menjadi target yaitu rumah-rumah kontrakan di permukiman kumuh. Ditengarai, pengemis asal luar Jakarta akan tinggal sementara dengan menempati permukiman kumuh di beberapa wilayah Ibu Kota.
“Kita masih mendata beberapa lokasi yang teridentikasi akan menjadi kantong-kantong pengemis selama berada di Jakarta,” ujar Effendi Anas, Kasatpol PP DKI Jakarta, Jumat (6/8/2010).
Saat ini, diungkapkan Effan, sapaan akrab Effendi Anas, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menggelar razia secara besar-besaran di lima wilayah kotamadya di DKI Jakarta. Selain untuk mempersempit ruang gerak pengemis yang akan masuk ke Jakarta saat bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran. “Saat ini, kita tengah mendata beberapa lokasi yang terindikasi akan menjadi kantong-kantong pengemis selama berada di Jakarta,” ungkap Effan.
Ia mencontohkan, beberapa lokasi seperti Klender di Jakarta Timur, Senen di Jakarta Pusat, serta bedeng-bedeng di daerah Kemayoran dan Pulogadung kerap ditempati para pengemis untuk tinggal sementara saat di Jakarta.
Dari data yang diperolehnya, hanya 10 persen PMKS yang berasal dari DKI Jakarta, sisanya merupakan pendatang yang kebanyakan berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat ataupun Jawa Tengah. Diprediksi, jumlahnya akan meningkat saat memasuki bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran.
Walaupun kerap terjaring razia, mereka sering kali datang kembali ke Ibu Kota. Tahun lalu, sedikitnya 11.338 orang PMKS terjaring operasi. Sementara hingga pertengahan tahun ini saja, sedikitnya 1.507 PMKS yang telah ditertibkan.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Kian Kelana mengaku tengah menyiapkan panti tambahan untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah PMKS. “Jika melebihi kapasitas, maka kita akan fungsikan Panti Sosial Kedoya,” ujar Kian.
Panti Sosial Kedoya bukan merupakan tempat penampungan, melainkan hanya tempat pendataan bagi pengemis yang terjaring razia. Sementara saat ini Pemprov DKI Jakarta sendiri telah memiliki 27 panti sosial yang berkapasitas 3.761 orang. Panti-panti ini hanya dipergunakan untuk PMKS yang berasal dari DKI, sedangkan untuk mereka yang berasal dari daerah lain, biasanya akan langsung dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang