JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana membantah adanya perpecahan di antara anggota Satgas seperti yang diberitakan media selama ini.
Menurut Denny, yang terjadi hanyalah perbedaan pendapat yang wajar terjadi dalam dinamika sebuah kelompok. "Sebenarnya apa yang diberitakan tidak seheboh yang terjadi. Yang terjadi adalah beda pendapat, wajar dalam kerja tim apalagi kerja Satgas tidak mudah," tuturnya dalam diskusi mingguan Polemik bertajuk "Satgas Memelas, Mafia Meluas" di Warung Daun Cikini, Jakarta Sabtu (7/6/2010).
Menurut Denny, kasus-kasus yang dilaporkan kepada Satgas merupakan kasus dengan kompleksitas yang tidak ringan sehingga dalam membahas pendapat sering kali memunculkan perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat inilah, lanjut Denny, yang diberitakan sebagai perpecahan.
"Satgas sampai sekarang masih lengkap, semua masih ada. Termasuk Herman Effendy yang diberitakan mundur masih tetap anggota Satgas. Beda pendapat adalah dinamika dan keniscayaan. Tapi tak sesuai diberitakan kalau kita pecah," tegasnya.
Soal keberadaan pernyataan 'Jika Anda tak setuju, berarti Anda bagian dari mafia hukum', Denny enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya, dinamika dalam rapat itu hanya bagian dari Satgas.
Namun, Denny memastikan tidak ada pernyataan seperti yang diberitakan selama ini. "Akurasi kalimat itu jauh dari yang senyatanya terjadi. Yang terjadi hanya perbedaan pendapat dan itu dinamika internal Satgas. Biarkan hanya menjadi konsumsi Presiden saja," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang