Satgas mafia hukum

Denny Bantah Perpecahan Satgas

Kompas.com - 07/08/2010, 10:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana membantah adanya perpecahan di antara anggota Satgas seperti yang diberitakan media selama ini.

Menurut Denny, yang terjadi hanyalah perbedaan pendapat yang wajar terjadi dalam dinamika sebuah kelompok. "Sebenarnya apa yang diberitakan tidak seheboh yang terjadi. Yang terjadi adalah beda pendapat, wajar dalam kerja tim apalagi kerja Satgas tidak mudah," tuturnya dalam diskusi mingguan Polemik bertajuk "Satgas Memelas, Mafia Meluas" di Warung Daun Cikini, Jakarta Sabtu (7/6/2010).

Menurut Denny, kasus-kasus yang dilaporkan kepada Satgas merupakan kasus dengan kompleksitas yang tidak ringan sehingga dalam membahas pendapat sering kali memunculkan perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat inilah, lanjut Denny, yang diberitakan sebagai perpecahan.

"Satgas sampai sekarang masih lengkap, semua masih ada. Termasuk Herman Effendy yang diberitakan mundur masih tetap anggota Satgas. Beda pendapat adalah dinamika dan keniscayaan. Tapi tak sesuai diberitakan kalau kita pecah," tegasnya.

Soal keberadaan pernyataan 'Jika Anda tak setuju, berarti Anda bagian dari mafia hukum', Denny enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya, dinamika dalam rapat itu hanya bagian dari Satgas.

Namun, Denny memastikan tidak ada pernyataan seperti yang diberitakan selama ini.  "Akurasi kalimat itu jauh dari yang senyatanya terjadi. Yang terjadi hanya perbedaan pendapat dan itu dinamika internal Satgas. Biarkan hanya menjadi konsumsi Presiden saja," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau