Penggerebekan teroris

Polisi Ledakkan Bom Terduga Teroris

Kompas.com - 07/08/2010, 23:10 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com- Sekitar pukul 21.30 tadi, tim Gegana Polda Jabar meledakkan bom yang ada di sebuah rumah kontrakan di Jalan Sukaluyu, RT 02/12, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru. Ledakan terdengar cukup keras hingga radius sekitar 250 meter.

Sebelum meledakkan bahan peledak yang ada di dalam rumah, seorang polisi memberitahu warga agar menyingkir dari sekitar lokasi. Polisi kemudian menghitung mundur dari angka lima sampai nol. Ketika angka nol disebut, ledakan cukup keras terdengar. Beberapa perempuan yang ada di sekitar lokasi sempat menjerit.

Sekitar pukul 22.00, petugas densus meninggalkan lokasi. Wartawan diperkenankan untuk melihat rumah yang selama ini ditinggali Hilmi. Terlihat sebagian kaca jendela ruang tamu pecah. Kemudian ada retakan di dinding yang memanjang dari bawah hingga ke atas. Menurut adik pemilik rumah Tri S, Bambang, di dalam rumah ada juga kerusakan akibat ledakan tersebut.

"Plafon dan genting juga rusak. Bomnya ada di belakang pintu. Akibat ledakan juga ada lubang di lantai kamar. Ukuran lubangnya berdiameter 60 cm. Dalamnya lima cm," tuturnya.

Ia menambahkan, dari keterangan polisi, bom tersebut sudah diurai. "Kalau belum ledakannya bisa lebih besar," ujar Bambang.

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Pol Sutarman mendatangi lokasi kejadian. Ia mengungkapkan, total ada lima tersangka yang ditangkap. "Dua di Cibiru, satu di Padalarang, satu di Cileunyi dan satu di Subang," ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum diledakan di dalam rumah masih ada bahan peledak dan rangkaiannya. "Petugas jihandak sedang berusaha menjinakkannya. Kalau tidak bisa, mungkin akan diledakkan di tempat dengan mempertimbangkan keamanan masyarakat sekitar," ucapnya.

Ia mengakui jika bahan peledak yang ada di rumah tersebut memiliki daya ledak tinggi atau high explosive.

Menurutnya, para tersangka yang ditangkap adalah jaringan terorisme yang selama ini bekerja di Indonesia. "Penjelasan lebih rinci akan dijelaskan Kapolri," tambah Sutarman.

Dari lokasi kejadian, diamankan juga dua motor bernomor polisi T 6142 UJ dan D 6191XF. Juga sebuah mobil Mitsubishi Lancer bernomor polisi B 1600 KE. (*)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau