Duk! Dan Bola pun Terkena Penonton

Kompas.com - 08/08/2010, 16:37 WIB

CIMAHI, KOMPAS.com - Barangkali permintaan Pelatih Persib, Darko-Daniel Janackovic, agar penonton steril dari sisi lapangan saat tim berlatih ada benarnya. Selain tidak mengganggu konsentrasi pemain, larangan tersebut bisa menghindarkan penonton dari peluang cedera.

Contohnya pada latihan sore Persib di Lapangan Brigif III/Kujang Cimahi, Minggu (8/8/2010). Kepala seorang bocah terkena bola nyasar yang ditendang Vagner Luis de Oliveira Marins.

Meski tidak sampai berdarah, benturan tersebut membuat Gema (8), harus menahan sakit. Bocah yang tinggal di Jalan Keramat, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, itu langsung dikerubuti penonton disebelahnya.

Vagner langsung datang meminta maaf dengan menggosok rambut bocah tersebut. Cristian Gonzales juga menghampiri seraya meminta air untuk membasuh memar di pelipis dan mata kiri Gema.

Tidak seperti latihan hari sebelumnya yang steril dari penonton maupun wartawan dari jarak tertentu, latihan Minggu ini memang dipadati warga setempat hingga tepi lapangan. Rupanya Janackovic yang sedang absen jadi alasan warga bisa menonton laskar Maung Bandung dari dekat. Wah!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau