SOLO, KOMPAS.com — Berbeda dengan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki yang sudah bereaksi dan akan memberikan keterangan pers siang ini terkait penangkapan Abu Bakar Ba'asyir, pengurus Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) yang dipimpin Ba'asyir saat ini masih menunggu kepastian ihwal penangkapan itu.
Sampai siang ini, suasana di Markas Pusat JAT terlihat biasa-biasa saja. Sejumlah anggota yang ditemui di markas yang berlokasi di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu mengaku sudah mendengar kabar penangkapan itu. "Tetapi banyak juga yang belum mendengar," kata salah satu anggota yang tak mau disebut namanya.
Karena kabarnya masih simpang siur, pihak JAT sampai saat ini bersikap menunggu. Belum ada rencana untuk memberi tanggapan atas penangkapan yang belum pasti itu.
Untuk diketahui, JAT merupakan organisasi baru yang dibentuk oleh Abu Bakar Ba'asyir setelah dia keluar dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).
Sementara itu, suasana di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki berlangsung normal. Para santri tetap belajar seperti biasa karena Ba'asyir memang sudah tidak terlibat aktif di pondok.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang