Jennifer Lopez Senang Memasak Sendiri

Kompas.com - 09/08/2010, 11:27 WIB

KOMPAS.com - Dalam lagu Feelin' So Good, yang diambil dari album debutnya, On the 6 (1999), Jennifer Lopez mengatakan, “I’m feeling so good/I knew that I would/Been taking care of myself/Like I should.”

Pada awal kariernya sebagai penyanyi, Jennifer sedang menjalani hubungan dengan Sean Combs alias P Diddy. Hubungan mereka sempat dihiasi insiden penembakan yang dilakukan Diddy di sebuah kelab malam. Lepas dari pelukan Diddy, ia menikah singkat dengan Cris Judd, sebelum berpindah ke hati Ben Affleck. Sungguh hubungan cinta yang penuh gejolak. Maka, lirik lagu di atas rasanya hanya berupa impian buatnya.

Namun kini, 11 tahun sesudahnya, Jennifer (41) sudah berubah menjadi perempuan  menikah yang bahagia. Ia baru saja merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-6 bersama penyanyi Marc Anthony (pernikahan terlama yang pernah dijalaninya!). Mereka mengasuh dua anak kembar, Max dan Emme, yang kini sudah berusia 2 tahun. Bagaimana kehidupan normal mereka di luar spotlight?

Memasak adalah aktivitas favoritnya. Di rumah, Jennifer biasa memasak hidangan Puerto Rico, daerah asalnya. Sejak kecil, ia memang terbiasa makan nasi, kacang merah, daging, dan makanan Italia-Amerika. "Aku sudah biasa berada di dapur. Kami menikmati kehidupan normal seperti itu, karena kami tidak banyak mendapat kesempatan untuk merasakannya. Kami ini seperti keluarga gipsi yang selalu traveling," papar Jennifer, yang kini sedang beredar lewat film The Back-Up Plan.

Meskipun ia sering memasak, seringkali sang suami malah kepingin makanan lain. Menurut Jennifer, Marc suka sekali memesan makanan China. Bahkan, kesukaannya itu kadang-kadang berlebihan. "Berulangkali dia bilang, 'Aku lagi pingin makanan China, nih'. Aku bilang, 'Lagi?'" serunya.

Saat-saat bersama keluarga saat ini menjadi prioritas bagi Jennifer. Tidak terasa, ia sudah dua tahun tidak bekerja, sejak melahirkan anak kembarnya. Padahal, ketika hamil ia selalu berpikir untuk segera bekerja kembali setelah melahirkan. Ternyata, ketika dua buah hatinya sudah hadir di tengah-tengah keluarga kecilnya, keinginan itu langsung menguap entah kemana.

"Sampai sekarang pun, sulit rasanya meninggalkan mereka di pagi hari. Itu benar-benar menyiksa. Aku selalu berpikir, aku sudah berjam-jam jauh dari mereka, apakah mereka bertanya-tanya kemana aku pergi?" kata Jennifer, yang tengah bersiap meluncurkan album baru berjudul Love.

Jen merasa sangat terbantu dengan kehadiran Marc. Menurutnya, Marc adalah pria yang sangat perhatian pada anak-anaknya. Seperti ayah-ayah lain pada umumnya, Marc juga tipe yang cenderung bersikap santai pada anak-anak.

"Kalau aku, aku yang selalu memastikan semua mengikuti jadwal. Seperti, harus tidur jam sekian, makan sesuatu.... Aku pernah ngobrol soal ini dengan seorang teman. Mereka bertanya, apa aku masih suka bekerja. Tentu saja masih, hanya aku melakukannya lebih cepat," seru Jennifer.

Dengan kehadiran dua anak yang sedang aktif-aktifnya di rumah, menurut Jennifer tidak ada lagi tuntutan untuk "pergi ke studio jam sekian, dinner bersama relasi dan bercakap-cakap di sana". Segala aktivitas tersebut bukan lagi merupakan prioritasnya sekarang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau