SOLO, KOMPAS.com — Pihak keluarga masih mencari informasi keberadaan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, menyusul penangkapannya di Banjar Patoman, Kabupaten Ciamis, Jabar, Senin pagi. Abdurrohim, salah seorang anak Ba’asyir, di Solo, Senin (9/8/2010), mengatakan pihak keluarga masih mencari informasi keberadaan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir karena hingga sekarang belum ada pemberitahuan secara resmi dari kepolisian. "Kami sedang mencari informasi keberadaan mereka karena sejak Senin pagi sudah kehilangan kontak dengan mereka," kata Abdurrohim. Sementara Direktur Ponpes Islam Al Mukmin, Sukoharjo, Ustaz Wahyudin, mengatakan, di dalam mobil tersebut ada lima penumpang dan dua di antaranya perempuan, yakni istrinya yang bernama Aisyah Baraja serta Musrikah, istri Ustaz Ba’asyir. Menurut dia, mereka memang sering berkunjung ke Kampung Kujang, Kecamatan Cikuneng, Kabupaten Ciamis, dua minggu sekali dan juga ke Bandung. "Saya sudah kehilangan kontak sejak Senin pagi," katanya. Menyinggung dampak proses kegiatan di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, atas penangkapan Ba’syir, kata dia, kegiatan belajar-mengajar di ponpes tidak terpengaruh. Menurut dia, karena Ustaz Ba’asyir di Ponpes sebagai pengasuh dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan belajar-mengajar. Sementara itu, kegiatan di Ponpes Ngruki kelihatan seperti biasa, para siswa mengikuti proses belajar-mengajar sesuai jadwal. Penjagaan keamanan di ponpes juga seperti biasa, pintu masuk pondok dijaga oleh petugas petugas satpam setempat. Para tamu atau orangtua siswa juga ada yang hadir menjenguk putranya yang sedang menuntut ilmu di ponpes tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang