Jalan pangeran antasari

Tidak Cocok Dijadikan Tempat Tinggal!

Kompas.com - 09/08/2010, 15:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Sejumlah pemilik usaha di Jalan Antasari dan Prapanca mempertanyakan tindakan Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Selatan sejak beberapa waktu lalu. Pemerintah beralasan, daerah itu tidak cocok menjadi tempat usaha dan akan dikembalikan untuk kawasan permukiman.

"Mana cocok daerah Antasari dijadikan tempat tinggal? Ini daerah bisnis," kata Suwandy, Direktur Bengkel City Motor Service, Senin (9/8/2010).

Menurut dia, Jalan Antasari dan Prapanca sudah berkembang menjadi kawasan bisnis. Saat ini, hanya sekitar delapan persen bangunan yang masih dipakai sebagai rumah tinggal, 14 persen bangunan untuk home industry, dan lainnya adalah tempat usaha.

"POM bensinnya saja ada tujuh di sini. Lima dari Pertamina dan dua dari Shell. Bagaimana mau dijadiin tempat tinggal?" tutur Suwandy.

Dijelaskannya, pembangunan fly over Blok M-Depok yang direncanakan pemerintah pada tahun 2012 nanti akan membuat daerah Antasari bertambah tidak cocok untuk menjadi kawasan hunian tempat tinggal.

"Nanti bengkel saya akan ada di bawah fly over setinggi enam meter. Apa layak daerah seperti ini dijadikan tempat tinggal?" ujarnya.

Dikataakan Suwandy, berdasarkan pertemuan yang dilakukan Komunitas Tempat Usaha Jalan Pangeran Antasari Jakarta Selatan (KTPA) dengan anggota DPRD DKI Jakarta pada 8 Juli 2010 lalu, daerah Antasari kemungkinan besar, 95 persen akan dijadikan jalur merah (jalur bisnis).

"Jadi, berdasarkan pembicaraan dengan anggota dewan, 95 persen kemungkinan besar Antasari akan dijadikan jalur merah. Yah, itu memang benar karena daerah ini memang tidak cocok dijadikan tempat tinggal," kata Suwandy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau