Ramadhan

Pelni Tidak Naikkan Harga Tiket Mudik

Kompas.com - 09/08/2010, 20:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat yang hendak mudik menggunakan kapal laut pada musim lebaran nanti hendaknya tidak perlu khawatir. Pasalnya, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berjanji tidak akan menaikkan harga tiket kapal. Harga tiket pada mudik nanti dipastikan tetap normal seperti pada hari biasa.

"Pelni tidak akan menaikkan harga tiket kapal saat puasa dan lebaran nanti, termasuk tiket yang dijual di biro perjalanan wisata," kata Mungi P Retno, Kepala Humas Pelni, Senin (9/8/2010).

Untuk itu, Mungi meminta agar pelanggan atau pembeli tiket di Pelni tidak perlu takut untuk membeli tiket menjelang mudik lebaran mendatang. "Yang pasti dari Pelni tidak ada rencana menaikkan harga tiket," tegasnya.

Hanya saja, Mungi mengingatkan, agar masyarakat tidak membeli tiket dari pihak ketiga atau calo. Apabila ingin membeli tiket, masyarakat sebaiknya melalui loket resmi. Pihak Pelni sendiri, sudah berusaha melakukan pencegahan terhadap keberadaan calo dengan cara membatasi penjualan borongan dari pelanggan.

"Untuk mengantisipasi aksi borong tiket yang diduga bakal dijual kembali dengan harga tinggi, kita batasi pembeliannya tidak lebih dari lima tiket saja untuk satu pelanggan yang didukung dengan kepemilikian KTP maupun identitas lain," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau