MANCHESTER, KOMPAS.com - Gelandang baru Manchester City, Yaya Toure, menegaskan, dirinya pindah ke Inggris bukan lantaran faktor uang. Toure mengatakan, kualitas Premier League lebih baik dari La Liga dan ini menjadi alasan utamanya bergabung dengan "The Citizens".
Dibeli dengan banderol harga 24 juta poundsterling atau Rp 341 miliar, wajar bila kemudian Toure mendapat tuduhan sebagai pesepak bola materialistis. Bahkan tak jarang yang menganggap keputusan Toure untuk berlabuh ke Eastlands sebagai penurunan kasta kariernya.
Namun, Toure menolak penilaian ini. Menurutnya, kepindahannya ke City bukanlah dekadensi karier sepak bolanya. "Aku tak berpikir bahwa kepindahanku ini merupakan penurunan kasta," ucapnya. "Premier League sungguh luar biasa, bahkan lebih kuat dari La Liga dan Manchester City membuat langkah besar di dalamnya. Aku tidak merasa tertekan. Aku punya banyak pengalaman dan aku bertekad memberi yang terbaik untuk kesuksesan klub ini."
"Di masa depan, City akan jadi klub besar. Setiap klub di setiap negeri ini, kini mulai membicarakan tentang klub ini. Mereka semua tahu City membeli pemain bagus dan penting, dan aku mau memberi sedikit berperan," lanjut pemain tim nasional Pantai Gading ini.
Diakui Toure, selain faktor ambisi klub yang ingin menjuarai Premier League dan menjadi salah satu klub besar di Inggris, dirinya juga menyebut faktor pelatih Roberto Mancini sebagai alasan penting perihal keputusannya merumput di City.
"Saat Anda memutuskan untuk bermain dengan sebuah tim, hal paling penting adalah hubungan yang Anda miliki dengan pelatih. Itulah alasanku bergabung dengan City. Kami punya pelatih fantastis dan kami mendatangkan pemain-pemain bagus. Tahun ini akan jadi tahun yang hebat bagi City," pungkas adik Kolo Toure itu. (SCR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang