LIVERPOOL, KOMPAS.com — Liverpool akan berpindah tangan dari Tom Hicks-George Gillet ke pengusaha asal Siria, Yahya Kirdi, Minggu (15/8/2010). Kepastian akuisisi tinggal menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan.
Hal tersebut diberitakan Sky Sports. Mereka mengaku mengerti bahwa melalui konsorsium yang dimilikinya, Kirdi mengharapkan mendapat kepastian jual-beli pada hari Minggu siang.
Dikatakan, Kirdi dan manajemen Liverpool sudah mencapai kesepakatan. Namun, sesuai peraturan baru, Kirdi masih harus bertemu Premier League untuk mempresentasikan program dan menunjukkan kekuatan finansial yang bisa menjamin stabilitas ekonomi Liverpool dalam jangka panjang.
Menurut Sky Sports, wawancara akan dilangsungkan sebelum akhir pekan ini dan dengan begitu, pengambilalihan bisa selesai sesuai jadwal Kirdi. Selanjutnya, Kirdi akan mengucurkan anggaran transfer untuk pelatih Roy Hodgson.
Selain Kirdi, setidaknya ada empat calon investor Liverpool, yaitu Kenny Huang (China), Kuwaiti Kharafi Group (Kuwait), Rhone Group (Amerika Serikat), dan Sahara (India). Namun, keempat kandidat ini tak mengajukan penawaran setinggi Kirdi sehingga Liverpool memilih Kirdi.
Hicks-Gillet membeli Liverpool tiga musim lalu dengan uang utang 237 juta poundsterling dari Royal Bank of Scotland (RBS). Mereka bermasalah dengan pembayaran cicilan sehingga jumlah itu kini melonjak menjadi 350 juta poundsterling. Atas desakan RBS, Hicks-Gillet memutuskan menjual Liverpool.
Media-media Inggris menyebut mereka mematok harga 800 juta poundsterling. Dari kelima peminat, penawaran Kirdi adalah yang tertinggi, yaitu 600 juta poundsterling.
Meski begitu, program Kirdi juga tak lebih baik dari para pesaingnya. Semua menyatakan akan mendanai pembangunan stadion dan menjamin ketersediaan anggaran transfer besar setiap musim. Namun, selain Kirdi, calon investor itu menolak "memperkaya" Hicks-Gillet.
Sementara itu, sumber Soccernet di Liverpool mengatakan, belum bisa dipastikan siapa yang akan menjadi pemilik Liverpool yang baru. Menurutnya, masih ada beberapa hal penting yang belum disepakati.
"Sejujurnya, tak seorang pun bisa mengatakan apa yang akan terjadi. Namun, mudah-mudahan, sesuatu akan terjadi dan dalam beberapa hari ke depan situasi akan menjadi jauh lebih jelas," ujar sumber tersebut. (SCN/SKY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang