Wisata

DIY-Thailand Akan Kerja Sama Pariwisata

Kompas.com - 10/08/2010, 19:11 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan pemerintah Thailand menjajaki kerja sama sektor pariwisata dalam bidang pelatihan bahasa bagi pemandu wisata. "Pemerintah Thailand akan melatih pemandu wisata dari Daerah Istimewa Yogyakarta agar mampu berbahasa Thailand atau Tagalog," kata Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Pembangunan, Bayudono, usai mendampingi Wagub DIY Paku Alam IX menerima kunjungan Dubes Thailand untuk Indonesia, Thanatip Upatising, di Yogyakarta, Senin (10/8/2010).

Ia mengatakan Dubes Thanatip Upatising diharapkan dapat merealisasikan kerja sama tersebut, sehingga dapat lebih meningkatkan dan mempererat hubungan antara Pemprov DIY dengan pemerintah Thailand.

Dalam menjalin hubungan dengan Thailand, Pemprov DIY sudah cukup lama. Jika dirunut ke belakang sekitar 1888, Raja Rama ke-5 Thailand juga mengadakan kunjungan ke Yogyakarta menemui Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

Selain itu, menurut Bayudono, Pemprov DIY sejak 2000 juga sudah mengadakan hubungan dengan Thailand dan membuat kerja sama dengan Provinsi Chiang Mai. "Hubungan DIY dengan Thailand seperti saudara. Kami sering berkunjung ke negeri Gajah Putih itu, dan orang Thailand juga sering berkunjung ke DIY," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau