Merasakan Geely MK & MK2 Tanpa PDC, (Bagian 2)

Kompas.com - 11/08/2010, 08:35 WIB

Performa Pedal kopling ringan. Tongkat persneling juga mudah dipindahkan ke semua posisi, termasuk mundur. Hanya gas, saat digenjot, terasa masih ada getaran dirasakan oleh pengemudi yang sensitif. Saat pedal gas digenjot, mesin yang diklaim menghasilkan tenaga 69kW (92PS) @6.000 rpm terasa kurang responsif. Hal yang sama juga dialami pada gigi lain. Ketika dipelajari, ternyata, Geely MK ini ditargetkan untuk mobil dengan konsumsi bahan bakar yang irit.

Malah, di jalan tol, untuk menjaga kecepatan 120 km/jam, harus bertahan dengan gigi 4. Bila dipindahkan ke gigi 5, tenaga langsung loyo. Mirip dengan overdrive pada transmisi otomatik lama. Kecepatan tertinggi yang bisa dicapai pada gigi 4, 155 km/jam, diperoleh pada putaran mesin 4.500 rpm. Ketika dipindah ke-5, putaran mesin turun dan tenaga langsung turun. Butuh waku lama untuk mencapai kecepatan lebih tinggi pada gigi 5.

Rata-rata untuk menanjak dari Puncak sampai Bandung mengandalkan gigi-2. Dengan kecepatan 40 km/jam. Tidak bisa mengoperasikan gigi-3. Kemampuan mesin dan pemilihan perbandingan gigi hanya cocok pengemudi yang kalem atau tidak agresif.

Rem dan Suspensi Kemampuan kerja rem dan suspensi, cukup baik! Kedua model memang sudah dilengkapi dengan ABS dan electronic brake force distribution (EBD). Kendati demikian, kinerja rem ini masih harus ditingkatkan lagi agar lebih mantap.

Stabilitas, lumayan. Begitu juga kenyaman yang diperoleh dari suspensi. Membuktikan, Geely terus memperbaiki kualitas produknya.

Setelan gerakan pedal kopling pada hatchback termasuk panjang, Akibatnya, begitu dilepas, setelah gigi dipindah, terasa sedikit hentakan. Kurang begitu mulus!. Kendati demikian, transmisi manual bisa dipindahkan ke berbagai poisis dengan mudah.

Kesimpulan Kualitas Geely terhadap produknya yang dijual Indonesia masih harus ditingkatkan lagi bila ingin menikmati pasar mobil Indonesia yang terus meningkat. Mayoritas konsumen mobil baru di Indonesia sudah terbiasa dengan standar kualitas mobil Jepang (juga Korea) yang jauh lebih baik.

Dari segi penampilan, Geely cukup menggoda. Namun lampu depan yang sudah menggunakan model proyektor seperti lampu xenon, silnya kurang bagus. Akibatnya, dari hasil pengamatan KOMPAS.com, seluruh unit yang dites, di dalam rumah lampu (menempel pada tutup transparan) terdapat uap air kendati. Padahal, mobil sudah sudah cukup lama lepas dari guyuran hujan.

Kebetulan selama perjalanan, beberapa kali terjadi hujan, termasuk hujan yang sangat deras di Rajamandala, Cianjur. Ternyata, interior kedap hujan. Hanya, ada bunyi yang menganggu ketika setir dibelokkan saat mobil meluncur kencang.

Celah pintu dengan bodi, pemasangan karet dan komponen lainnya, masih jauh dari mobil Jepang yang membiasakan konsumen Indonesia dengan produk yang lebih rapi. Bahkan posisi pedal gas dan rem, masih harus diteliti lagi sesuai dengan kebiasaan pengemudi di Indonesia.

Untuk audio, kualitas suara untuk ukurang pemilik di Indonesia bisa dibilang payah. Suaranya tidak keluar dan kendati volume sudah dibesarkan.

Ketika meluncur pada 100 km/jam, suara yang merembes ke interior, tidak terlalu kencang. Cukup baik. Hanya gemuruh ban yang cukup besar.

Jok belakang cukup menyenangkan. Bahkan rekan wartawan dengan tinggi 186 cm ketika duduk di belakang, memberi kesan baik selama perjalanan Jakarta-Bandung.

Teknologi Kendati baru sebagai produsen mobil, teknologi yang diperkenalkan Geely pada produk yang dipasarkan di Indonesia adalah tangki bensin dari plastik. Kelebihannya, lebih ringan tidak berkarat. Inilah satu-satu mobil yang sudah menggunakan tangki bensin dari plastik diperkuat! Informasi lain selama tes, konsumsi bahan bakar untuk jarak 385 menghabiskan bensin sekitar 2 5 liter. Atau konsumsi bensinnya 15 km/liter.

Spesifikasi Geely MK dan MK2

Dimensi (mm) MK (sedan)

MK2 (hatchback)

Panjang 4.342 3.995
Lebar 1.692 1.692
Tinggi 1.435 1.435
Jarak sumb roda 2.502 2.502
Mesin MR479QA
Tipe 4-sil, segaris, 16 katup, DOHC
Kapasitas 1.498
Diameter x langkah 78,7 x 77
Sistem pasokan BBM Injeksi elektronik
Tenaga maks 69kW (93PS)@ 6.000
Torsi maks 128 Nm@3.400
Kapasitas tangki 45 liter
Transmisi Manual, 5 percepatan
Perbandingan gigi 1: 3,182
  2: 1,896
  3: 1,250
  4: 0,909
  5: 0,703
Suspensi Depan

MacPherson strut, per koil & stabiliser

Belakang

Batang torsi dan per koil

Rem depan Cakram berventilasi
Belakang Teromol
Tambahan ABS + EBD
Roda dan ban Alloy, 185/60R15

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau