DEPOK, KOMPAS.com — Tidak ingin mengalami rugi besar, sejumlah pedagang ayam di Pasar Kemirimuka, Depok, nekat menjual ayam yang sudah tidak segar. Ayam tersebut baru akan dibuang jika dua hari tidak laku.
"Daripada rugi besar, daging ayam yang tidak laku terjual hari ini akan dimasukkan ke dalam lemari es. Esoknya dijual kembali. Kalau sudah dua hari ayamnya terpaksa dibuang," kata Dalium (40), pedagang ayam, Selasa (10/8/2010).
Menurut Dalium, harga daging ayam yang tidak segar itu dijual lebih murah Rp 3.000 dari ayam segar. Untuk ayam ukuran besar dari Rp 30.000 menjadi Rp 27.000. Ada juga dari Rp 35.000 menjadi Rp 32.000 per ekor.
"Dijual lebih murah karena sudah tidak segar. Warnanya sudah tidak merah lagi, melainkan pucat. Pembelinya tetap ada, yah... langganan saya yang buka warteg," ujarnya.
Dalium menjelaskan, dia terpaksa melakukan hal itu karena kenaikan harga ayam dari peternak. Biasanya untuk ayam hidup kecil itu harga per ekor antara Rp 18.000 dan Rp 19.000, menjelang puasa naik menjadi Rp 20.000-Rp 21.000, sedangkan ayam besar di atas Rp 25.000 per ekor.
Karena itu, harga jual daging ayam pun dinaikkan. Untuk per ekor ayam kecil antara Rp 22.000 dan Rp 23.000, sedangkan ayam besar per ekor Rp 30.000-Rp 35.000. Dalium pun meminta pemerintah untuk menurunkan harga jual ayam dari peternak ayam.
Hal senada disampaikan Anwar, anggota Persatuan Pedagang Ayam Depok (PPAD) dari Pasar Kemiri, Depok. "Penyebabnya dari peternak. Peternak menahan menjual ayam agar mereka untung gede. Kami mengambilnya dari peternak Bogor," tuturnya.
Dikatakan Anwar, meski dia sudah menjual ayam sesuai harga pasaran, yakni Rp 21.000 per ekor, penjualan tetap menurun. Dari 50 ekor ayam yang dijualnya, hanya laku 25 ekor.
"Saya sudah bela-belain rugi Rp 2.000 per ekor, daging ayam tetap tak habis terjual. Kami minta pemerintah untuk menekan harga ayam turun dari peternak ayam. Posko sudah menetapkan Rp 18.000 per ekor, tapi peternak menaikkan harga seenaknya," ujar Anwar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Iskandar Rais mengatakan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional di Depok untuk mengetahui ketersediaan ayam di Kota Depok.
"Kami tidak punya kewenangan atas penurunan harga, kewenangan kami hanya pada bagaimana ketersediaan ayam di Depok tercukupi," katanya. (dod)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang