Pegadaian

Emas Paling Diterima untuk Digadai

Kompas.com - 11/08/2010, 14:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Emas adalah barang yang paling diterima oleh pegadaian. Nilai jual emas dari harga pasar yang tetap tinggi dibandingkan barang elektronik apabila  dilelang, menyebabkan emas menjadi prioritas utama pegadaian.

"Emas apabila dilelang harganya 95 persen dari harga pasar. Harganya tinggi," kata Irianto, Manajer Komunikasi Perusahaan Perum Pegadaian, yang diwawancara Kompas.com, Rabu (11/8/2010) di Kantor Pusat Perum Pegadaian, Jakarta.

Dia mengungkapkan, barang-barang elektronik seperti handphone dan komputer sangat susah untuk dilelang, hanya 60-70 persen harganya dari harga pasar. Ini diakibatkan perkembangan handphone dan komputer yang sangat cepat sehingga kerap kali barang yang dilelang sudah ketinggalan zaman.

"Pernah waktu itu gadai komputer pentium satu, lalu mau dilelang. Yah, jadi gak bisa dijual karena sudah keluar komputer pentium yang lebih tinggi. Mana ada orang mau beli," ujarnya.

Dikatakan Irianto, apabila menggadaikan emas, sewaktu-waktu bila harga emas naik, maka uang pinjaman yang didapat nasabah akan bertambah.

"Jadi, apabila sebelumnya misalkan dia dapat uang pinjaman delapan juta (rupiah), lalu ketika harga emas naik, maka dia bisa dapat uang pinjaman lebih, misalnya sepuluh juta," kata Irianto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau