JAKARTA, KOMPAS.com — Emas adalah barang yang paling diterima oleh pegadaian. Nilai jual emas dari harga pasar yang tetap tinggi dibandingkan barang elektronik apabila dilelang, menyebabkan emas menjadi prioritas utama pegadaian.
"Emas apabila dilelang harganya 95 persen dari harga pasar. Harganya tinggi," kata Irianto, Manajer Komunikasi Perusahaan Perum Pegadaian, yang diwawancara Kompas.com, Rabu (11/8/2010) di Kantor Pusat Perum Pegadaian, Jakarta.
Dia mengungkapkan, barang-barang elektronik seperti handphone dan komputer sangat susah untuk dilelang, hanya 60-70 persen harganya dari harga pasar. Ini diakibatkan perkembangan handphone dan komputer yang sangat cepat sehingga kerap kali barang yang dilelang sudah ketinggalan zaman.
"Pernah waktu itu gadai komputer pentium satu, lalu mau dilelang. Yah, jadi gak bisa dijual karena sudah keluar komputer pentium yang lebih tinggi. Mana ada orang mau beli," ujarnya.
Dikatakan Irianto, apabila menggadaikan emas, sewaktu-waktu bila harga emas naik, maka uang pinjaman yang didapat nasabah akan bertambah.
"Jadi, apabila sebelumnya misalkan dia dapat uang pinjaman delapan juta (rupiah), lalu ketika harga emas naik, maka dia bisa dapat uang pinjaman lebih, misalnya sepuluh juta," kata Irianto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang