Tender Ulang Proyek KA Bandara Tahun 2013

Kompas.com - 11/08/2010, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru akan menender ulang proyek Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta tiga tahun lagi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 13/2010 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Proyek Infrastruktur. Sesuai beleid tersebut, instansi pemerintah baru diizinkan membuka tender usai tanah yang dibutuhkan untuk proyek tersebut selesai dibebaskan.

"Nah, anggaran untuk membebaskan lahan itu dicairkan secara bertahap dalam tiga tahun. Lalu biaya konstruksi prasarana yang menjadi bagian pemerintah dari Manggarai ke Angke sebesar Rp 1,7 triliun juga dicairkan dalam tiga tahun," jelas Tundjung, Rabu (11/8).

Namun, Tundjung hanya bisa berharap tender ulang bisa dibuka paling cepat enam bulan sebelum tahun ketiga berakhir. Pasalnya, ia tidak bisa memastikan mengingat urusan pembebasan tanah bukan urusan gampang; padahal desain proyek rel bandara Soekarno-Hatta memiliki panjang 30,3 kilometer yang akan menghubungkan Stasiun Manggarai, Dukuh Atas, Tanah Abang, Duri, Angke, Pluit menuju bandara.

"Semua tergantung pembebasan tanah, karena saya membebaskan tanah di Tanjung Priok untuk proyek angkutan barang KA saja tidak selesai-selesai," katanya.

Sebelumnya, pemerintah selesai menghitung ulang kebutuhan dana untuk proyek KA Bandara Soekarno-Hatta. Dari perkiraan awal Rp 4,6 triliun, nilainya naik 45,09 persen menjadi Rp 10,2 triliun.

Dari total dana sebesar itu, pemerintah kebagian jatah mengucurkan dana Rp 3,2 triliun. Perinciannya, sebesar Rp 1,5 triliun digunakan untuk membebaskan tanah dengan pencairannya akan dilakukan bertahap mulai 2011 sebesar Rp 450 miliar, 2012 sebesar Rp 525 miliar, dan 2013 sebesar Rp 525 miliar. Untuk membiayai sebagian konstruksi prasarana dari Stasiun Manggarai ke Angke sepanjang 11 kilometer, dialokasikan dana Rp 1,7 triliun. Dengan pencairan dana mulai 2012 sebesar Rp 680 miliar dan 2013 Rp 1,02 triliun.

"Sisanya untuk konstruksi prasarana sepanjang 19 kilometer dari Angke-Bandara akan dikerjakan investor dengan nilai Rp 7 triliun," pungkasnya.  (Gentur Putro Jati/KONTAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau