PEKANBARU, KOMPAS.com — Sejumlah warga Pekanbaru yang mengendarai kendaraan bermotor mengeluhkan tindakan sopir bus Trans Metro Pekanbaru yang membawa kendaraannya secara ugal-ugalan di dalam kota. "Bus besar tersebut dibawa dengan kecepatan tinggi dan membahayakan pengendara lain, bahkan tak jarang, sopir bus tersebut mengklakson pengendara yang berada di depannya," ujar Dayat, salah seorang warga Marpoyan Damai, di Pekanbaru, Kamis (12/8/2010). Ia mengatakan, tak hanya dirinya yang ketakutan akibat ulah sopir yang ugal-ugalan saja, tetapi masih banyak pengendara lain yang merasa terganggu akibat ulah sopir yang ugal-ugalan tersebut. "Terutama pada malam hari, kadang antara bus satu dan bus yang lain malah saling kebut-kebutan. Itu kan memberikan contoh yang tidak baik, apalagi bus ini merupakan milik pemerintah yang dibeli dari uang rakyat," tukas dia. Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM)/Trans Metro Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru, Azwir, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti hal tersebut. "Begitu juga bagi masyarakat yang merasa terganggu keselamatannya di jalan raya akibat ulah sopir, jangan sungkan untuk segera melaporkannya ke Dishub," tutur dia. Ia tak menampik bahwa sopir yang direkrut merupakan sopir bus kota sehingga kebiasaan lama ikut terbawa saat mengawaki Trans Metro. "Padahal sebelum menjadi sopir, mereka terlebih dahulu diberi pelatihan, termasuk etika mengemudi yang baik," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang