Kartu kredit

Masyarakat Indonesia Kian Gemar "Gesek"

Kompas.com - 12/08/2010, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia kian gemar belanja dengan memanfaatkan kartu kredit. Mengutip data dari Bank Indonesia (BI), selama enam bulan pertama tahun 2010, total nilai transaksi masyarakat menggunakan kartu kredit untuk berbelanja mencapai angka Rp 74,64 triliun. Atau rata-rata Rp 12,4 triliun per bulan-nya. Nilai transaksi tersebut diperoleh dari 93,88 juta kali transaksi.

Nilai ini jauh meningkat bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sepanjang Januari hingga Juni 2009, nilai transaksi masyarakat untuk berbelanja melalui kartu kredit baru sebesar Rp 61,75 triliun. Adapun sepanjang tahun 2009, nilai transaksi belanja masyarakat dengan kartu kredit mencapai Rp 133,19 triliun.

Sedangkan transaksi kartu kredit untuk tunai, nilainya masih jauh di bawah itu, yakni hanya sebesar Rp 2,23 triliun selama rentang Januari hingga Juni 2010. Volume transaksi juga masih kecil hanya sebanyak 2,2 juta kali transaksi.

Transaksi melalui kartu kredit baik untuk transaksi tunai maupun belanja selama ini memiliki siklus tersendiri. Di bulan-bulan liburan seperti Juni, Juli, dan Agustus serta liburan akhir tahun, nilai transaksi kartu kredit biasanya langsung melonjak tajam. Demikian juga saat menjelang perayaan hari besar seperti Lebaran. pemanfaatan uang plastik tersebut ikut naik. (Ruisa Khoiriyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau