Investigasi

China Siapkan Tim 'Susu Luar Biasa'

Kompas.com - 12/08/2010, 17:05 WIB

KOMPAS.com — Kejadiannya di Provinsi Hubei, belum lama berselang. Tepatnya, awal bulan ini.

Para dokter dan orangtua di provinsi itu menyampaikan laporan mereka soal susu formula buatan Synutra International. Catatan Xinhua pada Kamis (12/8/2010) menunjukkan, sedikitnya tiga bayi perempuan yang mengonsumsi susu itu mengalami pertumbuhan luar biasa. "Mereka mengalami pubertas lebih dini. Payudara mereka cepat tumbuh," begitu kata para narasumber.

Keruan saja, informasi itu membuat otoritas China bergerak cepat. Juru Bicara Kementerian Kesehatan China, Deng Haihua, mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan tes terhadap produk tersebut.

Pihak berwenang juga sudah menetapkan tim berisi sembilan pakar, mulai dari ahli endokrin, pediatri, dan pengamanan pangan, untuk menyelidiki kasus ini. "Ini memang terkait dengan susu tersebut," imbuh Haihua.

China sempat diharu biru soal kasus susu bermelamin pada 2008. Kejahatan menambahkan melamin ke dalam kandungan susu demi mempercepat pengayaan protein itu justru membuat 300.000 anak jatuh sakit. Kejadian itu juga menewaskan enam bocah. Melamin sebagai zat kimia pabrik memang tidak diperkenankan secara internasional untuk digunakan sebagai bagian dari produk makanan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau