Capim kpk

Kejagung: Fachmi Beda dengan Antasari

Kompas.com - 12/08/2010, 19:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa hari lalu, Indonesia Corruption Wacth atau ICW mengultimatum agar calon ketua KPK pengganti Antasari Azhar bukan dari jaksa. Ultimatum itu mengusik Sutan Bagindo Fachmi, salah satu jaksa aktif yang masuk bursa tujuh calon pimpinan KPK. ICW menilai, Fachmi bermasalah saat menangani kasus Adelin Lis.

Kejaksaan Agung, tempat Fachmi berkarier, angkat komentar. Mereka meminta ICW jangan menilai sama antara Fachmi dan Antasari begitu saja. "Pak Antasari dan Pak Fachmi ini berbeda. Jangan samakan semua jaksa di Indonesia," ujar Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap kepada wartawan, Kamis (12/8/2010).

Menurut Babul, penilaian ICW tersebut boleh-boleh saja sebagai antisipasi menjaring ketua KPK yang lebih baik dari Antasari. Namun, antisipasi itu juga harus berlaku bukan pada jaksa, melainkan juga pada profesi lainnya di luar itu. Pasalnya, bukan jaminan bahwa mereka juga bersih dari cacat.

Menengok ke belakang, Fachmi pernah dikenakan sanksi berat berupa penurunan pangkat karena dugaan menyatakan kasus Adelin Lis sudah P-21. Sementara itu, waktu itu jabatan dia bukan lagi Aspidsus, melainkan sudah naik jadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Medan, Sumatera Utara.

Namun, sanksi itu sudah lama dicabut setelah kasasi dimenangkan jaksa di Mahkamah Agung. "Itu kan sudah dicabut sanksinya. Malah kasasinya kasus itu dia yang menang, makanya namanya dipulihkan," ujar Babul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau