Waspada Kecanduan Gula

Kompas.com - 13/08/2010, 15:58 WIB

KOMPAS.com Manisnya gula memberi sensasi bahagia. Namun, gula menurunkan produksi endorfin (zat pemicu rasa bahagia) dalam tubuh. Kekurangan endorfin bisa menyebabkan kita depresi dan membuat kita menginginkan lebih banyak gula lagi. Kita pun terus mencari gula dalam minuman ringan, roti manis, sereal, dan lain-lain. Proses kecanduan ini mirip kecanduan alkohol. Bagaimana cara mengatasi kecanduan gula?

- Jangan melewatkan waktu makan Ketika kita melewatkan waktu makan, tingkat energi akan menurun. Akibatnya, tubuh mulai menginginkan makanan manis. Strateginya adalah makan porsi kecil, tapi sering, agar energi tubuh tidak tiba-tiba drop.

- Pilih buah Agar tidak terjebak lingkaran setan kecanduan gula, saat mengidam es krim, cokelat, permen, atau cake, ambillah potongan buah manis. Buah tidak hanya memuaskan dahaga kita terhadap rasa manis, tapi juga kaya serat. Serat akan menurunkan penyerapan gula dalam tubuh dan menjaga gula darah tidak naik terlalu cepat. Gula darah yang cepat naik bikin kita kecanduan gula lebih parah. - Cari pengganti gula yang sehat Ada sejumlah pengganti gula di pasaran, seperti aspartam. Pemanis buatan ini secara umum aman dikonsumsi.

- Sikat gigi dan kumur Segera sikat gigi dan kumur setelah mengonsumsi makanan manis. Selain mencegah gigi berlubang, makanan manis tidak terasa enak setelah kita gosok gigi. Ini akan bikin kita malas makan manis lagi.

- Jangan simpan makanan manis Kalau ada makanan manis di kulkas, godaan untuk mengonsumsi juga kian besar.

- Jalan-jalan Daripada mengonsumsi makanan penutup, cobalah jalan-jalan setelah makan. Mengonsumsi gula juga dapat menambah kadar serotonin yang meningkatkan rasa bahagia. Jalan-jalan sejenak punya efek sama terhadap serotonin; lebih sehat malah. (GHS/diy)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau