'U-Turn' Dikaji untuk Ditutup

Kompas.com - 13/08/2010, 19:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan kasus kecelakaan di busway, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menutup sejumlah jalur untuk berputar arah atau u-turn yang dilintasi transjakarta. Kini, Dishub DKI Jakarta sedang mengkaji beberapa u-turn lain untuk ditutup.

Kepala Dishub DKI Jakarta Pristono mengatakan, perputaran arah yang telah ditutup adalah putaran di Glodok, depan Samsat Daan Mogot, daerah Kampung Melayu, Gunung Sahari, Warung Buncit, dan Rasuna Said. Penutupan itu telah melalui pengkajian terlebih dulu. 

Pristono mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih mengkaji penutupan putaran di Kramat Raya (depan Polres Jakarta Pusat), Gunung Sahari dekat Samsat, Gunung Sahari dekat Mal WTC, dan Warung Jati Barat.

Kapan realisasi penutupan? "Kami kaji dulu. Itu harus hati-hati karena putaran itu juga diperlukan. Kami coba tutup sementara lalu kami lihat dampaknya seperti apa. Kalau tidak timbulkan kemacetan, yah kami tutup permanen," jawab dia.

Berdasarkan data dari Ditlantas Polda Metro, pada tahun 2009 terjadi 303 kasus kecelakaan di busway yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia dan lima orang luka berat. Kecelakaan di putaran sendiri terjadi sebanyak 65 kasus pada tahun 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau