Pasar cikini

Permintaan Bingkisan Lebaran Masih Sepi

Kompas.com - 14/08/2010, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Empat hari memasuki bulan Ramadhan 1431 Hijriah, permintaan bingkisan Lebaran atau parsel di Pasar Cikini, Jakarta Pusat, masih sepi.

Fitri, pemilik gerai Fitri Parcel, di Jakarta, Sabtu (14/8/2010), mengatakan, beberapa hari memasuki bulan Ramadhan, pesanan parsel dari masyarakat masih sedikit.

"Saya memperkirakan satu pekan menjelang Lebaran kemungkinan permintaan parsel akan melonjak," katanya.

Fitri mengatakan, naiknya harga sembako dan tarif dasar listrik pada pekan lalu menyebabkan permintaan parsel masih sepi, berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, yang sudah mulai banyak ketika memasuki bulan Ramadhan.

"Sepinya permintaan parsel mungkin dikarenakan bulan lalu ada kenaikan harga sembako dan TDL sehingga masyarakat masih berpikir dua kali untuk memesan parsel di sini," katanya.

Menurut dia, permintaan parsel saat ini tidak menentu, terkadang ada pesanan tiga hingga lima parsel per hari, bahkan pernah di bawah tiga parsel dalam sehari.

Hal yang sama dikemukakan, Gondang, pemilik gerai Gondang Parcel, yang mengatakan bahwa permintaan parsel saat ini tidak menentu dalam seharinya dan tergolong masih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya setiap awal bulan Ramadhan permintaan parsel mulai ramai, namun kini kondisinya berbeda, mungkin dikarenakan ada kenaikan sembako dan TDL pada bulan lalu sehingga permintaan masyarakat menurun terhadap parsel," katanya.

Dia memperkirakan, permintaan parsel akan kembali bergairah satu pekan menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.

Harga parsel bervariasi, antara lain mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 600.000 per parsel. Isi parsel tersebut beragam tergantung permintaan, yaitu makanan dan minuman, piring pecah belah, perlengkapan shalat, dan lain-lain.

Banyaknya kasus parsel makanan dan minuman kedaluwarsa, pihaknya mengatakan tidak menjual dan tidak memiliki jenis makanan dan minuman yang kedaluwarsa karena bisa merugikan usahanya dan orang lain.

"Sebelum mengemas makanan dan minuman, kami selalu mengecek tanggal kedaluwarsanya sehingga konsumen tidak merasa dirugikan, dan kami pun tenang menjalankan usaha ini," kata Fitri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau