JAKARTA, KOMPAS.com — Empat hari memasuki bulan Ramadhan 1431 Hijriah, permintaan bingkisan Lebaran atau parsel di Pasar Cikini, Jakarta Pusat, masih sepi.
Fitri, pemilik gerai Fitri Parcel, di Jakarta, Sabtu (14/8/2010), mengatakan, beberapa hari memasuki bulan Ramadhan, pesanan parsel dari masyarakat masih sedikit.
"Saya memperkirakan satu pekan menjelang Lebaran kemungkinan permintaan parsel akan melonjak," katanya.
Fitri mengatakan, naiknya harga sembako dan tarif dasar listrik pada pekan lalu menyebabkan permintaan parsel masih sepi, berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, yang sudah mulai banyak ketika memasuki bulan Ramadhan.
"Sepinya permintaan parsel mungkin dikarenakan bulan lalu ada kenaikan harga sembako dan TDL sehingga masyarakat masih berpikir dua kali untuk memesan parsel di sini," katanya.
Menurut dia, permintaan parsel saat ini tidak menentu, terkadang ada pesanan tiga hingga lima parsel per hari, bahkan pernah di bawah tiga parsel dalam sehari.
Hal yang sama dikemukakan, Gondang, pemilik gerai Gondang Parcel, yang mengatakan bahwa permintaan parsel saat ini tidak menentu dalam seharinya dan tergolong masih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya setiap awal bulan Ramadhan permintaan parsel mulai ramai, namun kini kondisinya berbeda, mungkin dikarenakan ada kenaikan sembako dan TDL pada bulan lalu sehingga permintaan masyarakat menurun terhadap parsel," katanya.
Dia memperkirakan, permintaan parsel akan kembali bergairah satu pekan menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.
Harga parsel bervariasi, antara lain mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 600.000 per parsel. Isi parsel tersebut beragam tergantung permintaan, yaitu makanan dan minuman, piring pecah belah, perlengkapan shalat, dan lain-lain.
Banyaknya kasus parsel makanan dan minuman kedaluwarsa, pihaknya mengatakan tidak menjual dan tidak memiliki jenis makanan dan minuman yang kedaluwarsa karena bisa merugikan usahanya dan orang lain.
"Sebelum mengemas makanan dan minuman, kami selalu mengecek tanggal kedaluwarsanya sehingga konsumen tidak merasa dirugikan, dan kami pun tenang menjalankan usaha ini," kata Fitri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang