Mudik

Pantura Tidak Layak Pemudik Motor

Kompas.com - 15/08/2010, 17:27 WIB

BATANG, KOMPAS.com - Jalan pantai utara Jawa Tengah, utamanya mulai dari Gringsing, Kabupaten Batang hingga Kota Semarang sepanjang 38 kilometer, tidak layak dilalui pemudik bermotor roda dua. Hampir 50 persen kondisi jalan, terutama di bagian tepi dan tengah bergelombang akibat sebagian aspalnya menggeriting.

Pemantauan di ruas jalan pantura Weleri Kota Kendal sepanjang 18 kilometer, Minggu (15/8/2010) menunjukkan kondisi badan jalan yang aspalnye menggeriting tersebar di semua jalan yang memiliki empat lajur dengan dua jalur. Aspal yang menggeriting, ditambah di beberapa bagian tertentu aspalnya menggumpul mirip gundukan setinggi 10-15 cm juga berbahaya bagi pengemudi sepeda motor yang melaju kencang.

Pemudik terutama yang menggunakan sepeda motor skutik, dengan dimensi roda ukuran 14 inci sangat rawan ketika melibas gundukan aspal saat melaju di atas kecepatan 75 kilometer. Jalan menggeriting itu makin bervariasi ketika memasuki Kota Kendal, sepanjang 10 kilometer.

"Pemudik yang menggunakan sepeda motor tidak punya alternatif untuk memilih jalan yang mulus dan nyaman saat melintasi kota-kota di pantura. Mereka akan dihadang dengan kondisi jalan yang rusak akibat badan jalan tidak kuat menahan tekanan kendaraan angku tan besar seperti truk tronton dan truk kontainer yang melindas setiap hari," ujar pengamat transportasi di Semarang, Djoko Setijowarno.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin mengatakan, pihaknya mengimbau pemudik sebaiknya menggunakan angkutan umum seperti kereta api atau kendaraan bus. Tidak kurang 75 persen, kecelakaan lalu lintas ketika arus mudik didominasi pengendara roda dua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau